Tiga Karyawan BUMDes Kampung Toyapakeh Ditetapkan Tersangka

picsart 23 01 16 20 46 21 321
Kacabjari Klungkung di Nusa Penida, I Putu Gede Darmawan.

Semarapura, DENPOST.id

Setelah menerima hasil penghitungan kerugian negara dari Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida, I Putu Gede Darmawan, akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri, Desa Kampung Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Senin (16/1/2023).

Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni SA selaku Bendahara BUMdes Karya Mandiri, dan FA, serta IR yang masing-masing selaku petugas administrasi dan petugas pungut. Namun setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya belum ditahan pihak kejaksaan dengan alasan masih menunggu kelengkapan pemberkasan dan administrasi lainnya.

Baca juga :  Bupati Suwirta Buka Kegiatan Padat Karya di Desa Kutampi

“Ketiga tersangka belum dilakukan penahanan karena masih menunggu kelengkapan pemberkasan dan administrasi lainnya,” ungkap Kacabjari Klungkung di Nusa Penida, Putu Gede Darmawan.

Menurut Darmawan, penetapan ketiga tersangka tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima hasil penghitungan kerugian negara dari Inspektorat sebesar Rp1,5 miliar lebih pada Senin (2/1/2023). Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan ekspose terhadap perkara tersebut pada, Selasa (10/1/2023).

“Setelah melakukan ekspose inilah kemudian disimpulkan bahwa penanganan perkara dilanjutkan dengan menetapkan tersangka dan melanjutkan pemberkasan,” katanya.

Dalam kasus ini, lanjut Darmawan, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing. Secara garis besar tersangka SA selaku bendahara BUMDes diketahui tidak mengelola keuangan secara transaparan dan akuntabel. Selaku bendahara, SA dalam pengelolaan keuangan tidak pernah membuat neraca keuangan sejak awal berdirinya BUMDes.

Baca juga :  Diminta Kosongkan Mes, Ratusan Karyawan Perkebunan Pekutatan Resah

Sementara melalui perpanjangan tangan bendahara inilah kemudian para petugas pungut, yakni tersangka IR dan FA dapat memanfaatkan uang hasil tabungan dari para nasabah untuk kepentingan pribadinya.

“Dari kesalahan pengelolaan keuangan BUMDes inilah para tersangka mendapatkan gaji dan keuntungan dikarenakan kondisi BUMDes selalu dianggap untung,” ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut, ketiga tersangka bakal dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara, serta denda minimal 200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

Baca juga :  Nusa Penida Diterjang Banjir, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

Sedangkan Subsidair, tersangka dijerat pasal 3 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditamnbah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal satu tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda minimal Rp50 juta dan maksimal Rp1 miliar. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini