Peace Run, Kedamaian Wisata Dimulai dari Sudaji

picsart 23 01 17 17 10 00 488
LARI ESTAFET - Event lari estafet kedamaian sedunia atau yang dikenal dengan “Peace Run” dilaksanakan di Lapangan Desa Sudaji, Selasa (17/1/2023).

Singaraja, DENPOST.id

Event lari estafet kedamaian sedunia atau yang dikenal dengan “Peace Run” merupakan gagasan dari Sri Chinmoy yang berpusat di USA. Kali ini kegiatan digelar di Desa Sudaji, Buleleng. Event dalam rangka menggelorakan semangat perdamaian, persaudaraan di seluruh dunia itu dihadiri 55 peserta yang merupakan delegasi 13 Negara.

Peace Run yang dikoordinatori Executive Direktur, Mr. Salil Wilson ini diterima Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, didampingi Camat Sawan dan Ketua Panitia Peace Run Kabupaten Buleleng, di Lapangan Desa Sudaji, Selasa (17/1/2023).

Ditemui di sela kegiatan, Dody mengatakan, melalui kegiatan Peace Run ini diharapkan geliat pariwisata khususnya di Kabupaten Buleleng semakin menggeliat dan dimulai dari Desa Sudaji. Di mana diketahui bahwa Desa Wisata Sudaji ini menjadi salah satu contoh bagi desa wisata lainnya di Buleleng, karena telah berhasil meraih Anugerah Desa Wisata nomor 2 dengan kategori desa wisata maju tingkat nasional tahun lalu.

“Jadi, penggerak desa wisata yang lainnya agar bisa berprestasi seperti Desa Sudaji. Kami harapkan dari 75 desa wisata yang ada di Kabupaten Buleleng semuanya bisa meningkatkan kualitasnya, yang nantinya secara tidak langsung mampu menggerakkkan perekonomian masyarakat setempat,” pintanya.

Baca juga :  Distan Buleleng Lanjutkan Percobaan Penanaman Padi Merah Lokal Munduk M5

Mantan Camat Buleleng itu menambahkan, event Peace Run ini diharapkan mampu menjadi event tahunan di Buleleng. Hal itu tentu akan memberikan manfaat langsung tentunya guna mendongkrak kunjungan wisatawan khususnya di bidang pariwisata.

Sementara itu, Ketua Panitia Peace Run Kabupaten Buleleng, Ketut Susana, mengatakan, kegiatan ini adalah even Peace Run ke lima yang diadakan oleh The Internasional Sri Chinmoy. Di mana kegiatan event tersebut pernah dilangsungkan sebelum pandemi dan untuk tahun 2023 ini kembali diselenggarakan.

Baca juga :  Stop Perundungan, 30 Siswa SMKN 3 Singaraja Jadi Agen Perubahan

“Tahun 2023 ini merupakan tahun yang sangat mulia untuk event ini di mana tujuannya adalah tentang kedamaian itu sendiri. Yang mana dari Guru Sri Chinmoy menekankan bahwa kedamaian itu ada di dalam diri kita terlebih dulu,” ujarnya.

Susana yang juga menjadi owner Owner Omunity Bali itu menambahkan, Peace Run ini melibatkan beberapa anak SD setempat dengan menempuh rute mengitari 5 sekolah untuk nantinya dikunjungi guna menyebarkan ajaran kasih sayang pada anak-anak itu sendiri.

Baca juga :  Mantan Sekda Buleleng Ditahan di Rutan Kerobokan Hingga 20 Hari Mendatang

“Jadi jalur ini sebenarnya sudah kami atur dan ke depannya akan disempurnakan lagi. Karena ini adalah event pertama yang kita lakukan setelah pandemi Covid-19,” sambungnya.

Masih di tempat yang sama Executive Direktur Peace Run Internasional, Mr. Salil Wilson menjelaskan, Sri Chinmoy ini merupakan gagasan ide Peace Run. Sri Chinmoy meyakini bahwa kedamaian itu dimulai dari hati kita sendiri.

“Tujuan utamanya adalah bagaimama agar hati kita itu damai. Sebenarnya kedamaian hati kita itu sudah ada di dalam hati kita dan nantinya bagaimana kita bisa mengembangkannya untuk disebarkan,” tegasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini