Klungkung Gelar Lomba Ogoh-ogoh Berhadiah Rp 20 Juta

picsart 23 01 17 17 17 42 964
OGOH-OGOH - Lomba ogoh-ogoh yang digelar di Klungkung sebelum pandemi Covid-19.

Semarapura, DENPOST.id

Pemkab Klungkung melalui Dinas Kebudayaan kembali akan mengadakan lomba ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 Tahun 2023 mendatang. Berbeda dari tahun sebelumnya, karena keterbatasan anggaran, masing-masing kecamatan diminta hanya satu mengirim perwakilan untuk mengikuti lomba ogoh-ogoh. Bahkan panitia melarang peserta membuat ogoh-ogoh berbau politik.

Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, IB Jumpung Gede Oka Wedhana, Selasa (17/1/2023) mengatakan kalau pihaknya di Dinas sudah melakukan persiapan terkait lomba ogoh-ogoh di tingkat kabupaten dan Provinsi Bali. Yang mana untuk mendukung lomba ogoh-ogoh di kabupaten, pihaknya memberikan dana motivasi atau pembinaan masing-masing peserta sebesar Rp 25 juta.

Baca juga :  Pelaku Pariwisata Keluhkan “Perang” Tarif Hotel di Nusa Penida

“Hanya untuk Kecamatan Nusa Penida, dana pembinaannya lebih besar yakni Rp 30 juta karena berada di seberang laut,” ungkap IB Jumpung.

Selain itu, sesuai kesepakatan, ada sejumlah kriteria yang wajib ditaati dalam pembuatan ogoh-ogoh. Di antaranya berbahan dasar ulatan tradisional, kemudian menampilkan profil butha kala raksasa dengan tinggi maksimal 6 meter setelah diusung. Sedangkan ukuran sanan juga tidak lebih dari 4 sampai 5 meter. Termasuk tidak boleh menampilkan unsur-unsur seksual, striptis, atau ogoh-ogoh dalam bentuk penghinaan terhadap unsur ataupun organisasi.

“Sama seperti lomba sebelumnya, bahan yang digunakan harus ramah lingkungan. Ogoh-ogoh yang dibuat juga tidak boleh berbau politik. Apalagi kita juga menunjuk juri dari luar kabupaten,” katanya.

Baca juga :  Pemkab Klungkung Beri Bonus Atlet dan Pelatih Peraih Medali PON

Lebih lanjut, IB Jumpung didampingi Kabid Kesenian, Komang Sukarya mengatakan, lomba ogoh-ogoh akan digelar sebelum pengerupukan dan dipusatkan di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe. Hal ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berpusat di depan monumen. Lokasi tersebut menjadi pilihan lantaran dinilai lebih luas dan bisa mengurangi kekroditan arus lalu lintas selama perlombaan berlangsung.

“Sesuai petunjuk pak Bupati, tempatnya di pusatkan di alun-alun karena lebih luas. Apalagi penonton dipastikan sangat banyak saat itu,” katanya.

Yang jelas, IB Jumpung mengatakan perlombaan ogoh-ogoh sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Selama sosialisasi dikatakan respon masyarakat sangat antusias. Apalagi sudah selama dua tahun, tepatnya sejak covid-19, lomba ogoh-ogoh selalu ditiadakan.

Baca juga :  Sanggar Seni Wahyu Semara Shanti Tetap Aktif di Masa Pandemi

Sementara ada empat keriteria penilaian dalam lomba ini. Pertama berupa finishing ogoh-ogoh, kerapian dalam penampilan dan penyajian, harmonisasi kesatuan cerita dengan ogoh-ogoh, ketaatan peserta memenuhi kriteria, serta penampilan secara keseluruhan. Sedangkan hadiah untuk sang juara, telah disiapkan hadiah berupaya uang tunai sebesar Rp 20 juta, juara II sebesar Rp 17 Juta, Juara III Rp 15 juta serta harapan I sebesar Rp 10 juta. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini