Pengawas Sekolah di Bangli Minim, Disdikpora Usul Rekrutmen

bangli
REKRUTMEN - Jajaran pengawas sekolah dipimpin Kadisdikpora saat melaporkan niatnya membuat kajian rekrutmen pengawas sekolah kepada Wabup Bupati Bangli, I Wayan Diar. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli berencana melakukan rekrutmen pengawas sekolah. Sebab, saat ini Bangli sangat minim pengawas sekolah. Rasio antara jumlah sekolah yang dibina dengan pengawas sekolah sangat timpang. Padahal, pengawas sekolah menjadi salah satu komponen yang menjadi penentu peningkatan kualitas pendidikan di Bangli.

“Kami berupaya mencari rujukan tentang rekrutmen pengawas sekolah. Kami harus melakukan kajian dan bila perlu study banding ke Kabupaten/ Kota yang telah mengangkat pengawas sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bangli Komang Pariartha, Jumat (20/1/2023).

Baca juga :  Kasat Lantas Polres Bangli Pimpin Tindak Pemotor Tanpa Helm dan Masker

Disebutkannya, saat ini jumlah pengawas di Bangli hanya 11 orang. Mereka terdiri dari 7 pengawas sekolah jenjang SD, dan 4 pengawas sekolah jenjang SMP. Untuk SD rata-rata pengawas sekolah membinan 23 sekolah. “Ini belum termasuk saat mereka ditugaskan membina TK/ Paud. Sedangkan jenjang SMP membina tujuh sekolah,” sebutnya.

Pariartha mengakui pihaknya telah mencoba untuk mencari rujukan terkait pengangkatan pengawas sekolah seperti melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota lain yang telah berani mengambil kebijakan pengangkatan pengawas sekolah. Sebab, sejatinya Pemkab Bangli sudah sejak lama merencanakan untuk melakukan rekrutmen pengawas sekolah. Namun hal itu tak kunjung bisa direalisasikan mengingat ada ketentuan yang mengatur bahwa daerah tidak diperbolehkan untuk melaksanakan Diklat Calon Pengawas Sekolah yang menjadi salah satu persyaratan rekrutmen seorang guru untuk dapat diangkat sebagai pengawas sekolah.

Baca juga :  Mendahului ke Sekolah, Siswa Dipulangkan Saat PTM Hari Pertama

Dijelaskan pula, ketentuan yang menyebutkan rekrutmen pengawas sekolah diambilkan dari guru penggerak, belum sepenuhnya bisa dilaksanakan di Bangli. Selain jumlah guru penggerak yang sedikit, sebagian dari mereka sudah diangkat menjadi kepala sekolah.” Kita juga ingin guru penggerak itu menggerakkan sekolah dulu,” imbuhnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini