Kentalnya Akulturasi Budaya Bali-Tionghoa di Batur saat Imlek

picsart 23 01 22 17 10 25 688
IMLEK - Suasana persembahyangan imlek di Konco Batur, Pura Ulun Danu Batur, Minggu (22/1/2023). DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Kabupaten Bangli, khususnya wilayah Kecamatan Kintamani memang memiliki ikatan kuat dengan budaya Tionghoa. Apalagi saat Tahun Baru China atau Imlek. Nuansa Tionghoa akan terasa kental. Seperti yang terlihat, Minggu (22/1/2023) di Konco Batur yang berada di areal utama mandala Pura Ulun Danu Batur, Desa Batur, Kintamani. Serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2574 umat Tri Dharma dan umat Hindu berbaur melaksanakan persembahyangan.

Tak hanya dari wilayah Kintamani atau Bangli, mereka yang datang juga ada dari luar seperti Buleleng, Karangasem dan Denpasar. Sebab Konco Batur adalah Sungsungan Jagat. Di mana dari cerita, Ida Bhatara Konco Batur merupakan saudara tertua dari Ida Bhatara Ulun Danu Batur.

Baca juga :  Pameran Seni Rupa Internasional Bali-Bhuwana Rupa: Kreativitas ISI Denpasar Tanpa Batas

Bangunan konco terpadu ornamen Bali dan Tionghoa berupa hiasan lampion. Umat yang datang juga berpakaian adat Bali dan pakaian biasa (sipil). Selain sembahyang, umat juga melakukan ritual pembakaran uang kertas emas di dalam tungku usai sembahyang di altar konco. Prosesi itu bermakna memohon kesejahteraan dan kemakmuran. Ritual itu juga bisa dimaknai sebagai wujud syukur atas berkah yang telah dilimpahkan para dewa. Bermakna menabung, untuk kelimpahan rezeki.

Untuk di Konco Batur, persembahyangan dilaksanakan di 12 altar. Selain membakar uang kertas, persembahyangan juga menggunakan buah-buahan, kue, bunga, ada pula berupa banten, dan menggunakan 17 dua (hio).

Baca juga :  Buka Akses Jalan, DPRD Bangli Apresiasi TMMD di Pengotan

Konco yang ada di Pura Ulun Danu Batur adalah yang terbesar di Kintamani. Konco menjadi tanggung jawab masyarakat keturunan Tionghoa dari empat desa di Kintamani. Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Kintamani, Desa Langgahan 100 KK, Desa Kembangsari 100 KK, dan Lampug 80 KK.

Kegiatan persembahyangan Imlek inipun mendapat atensi pengamanan dari jajaran kepolisian, TNI, dan aparat keamanan adat setempat. Bahkan diatensi langsung Wakapolres Bangli, Kompol I Ketut Gatra. “Selain persembahyangan, pergerakan masyarakat di Kintamani saat ini juga meningkat dibandingkan biasanya. Karena Imlek tahun ini bertepatan dengan libur akhir pekan. Jadi keamanan kami tingkatkan,” tegasnya didampingi Jero Penyarikan Duuran Batur, I Ketut Eriadi Ariana.

Baca juga :  Stop Rujuk Pasien, Revitalisasi RSUD Bangli Segera Dilelang

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam berkendara. Mengingat cuaca di Kintamani seketika bisa berubah berkabut dan hujan. “Para pemandu wisatawan juga kita imbau parkir tak sembarangan. Kita pantau tadi arus pergerakan lalin depan Pura Ulun Danu Batur lancar. Ada peningkatan volume kendaraan, tapi tetap bergerak. Tidak sampai macet,”imbuhnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini