Pacaran di Pantai Kuta, Mahasiswa Babak-belur Dianiaya Tujuh Pria

bekuk
PENGANIAYA DIBEKUK - Lima dari tujuh tersangka penganiaya di Kuta akhirnya dibekuk polisi. (DenPost.id/ist)

Kuta, DenPost

Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bali, I Wayan Weda Sastrawan (21, mesti menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar. Pemuda asal Mumbul, Tanjung Benoa, Kuta Selatan (Kutlse), itu dianiaya sekelompok penodong di Pantai Kuta, Senin (16/1/2023) malam.

Kapolsek Kuta Kompol Yogie Pramagita, Minggu (22/1/2023) mengungkapkan kejadiannya berawal saat Weda Sastrawan dan teman wanitanya, Ni Nyoman Rai Puspayanti (32), duduk di pantai sekitar pukul 01.00.

Tiba-tiba mereka didatangi oleh kelompok pria, salah satunya bernama Dede Mira Asmara (27). Dia membawa botol bir, duduk di sebelah Weda, lalu meminta uang. Lantaran tidak diberikan uang, Dede memaksa menggeledah badan Weda hingga terjadilah perkelahian.

Dede, yang mabuk, kemudian memukulkan botol ke kepala Weda. Setelah itu datang tersangka lain yakni Maulia Saptari Pandu, Gigin Ginanjar, Asep Daryanto, Asep Rizky Rudiansyah, Halim dan Martin. Mereka kemudian menendang dan memukuli korban secara bertubi-tubi sehingga korban tak berdaya. “Korban dipukul menggunakan botol bir sehingga mengalami patah tulang hidung dan luka lain,” tegas Kompol Yogie.

Baca juga :  Giriasa Ajak Jaga Keamanan di Masa Tenang Pilkada

Melihat temannya dikeroyok banyak orang, Ni Nyoman Rai Puspayanti kemudian berlari meminta pertolongan masyarakat sekitarnya. Saat masyarakat datang, sebagian penganiaya keburu kabur. Ternyata masih ada dua tersangka di TKP yang memukuli serta menendang korban berkali-kali, tapi setelah itu mereka juga pergi. Sedangkan korban tak berdaya dengan kondisi tersungkur di pasir dan mengeluarkan darah segar dari hidung. “Warga lantas membawa korban ke rumah sakit,” imbuh Kompol Yogie.

Baca juga :  Kebut-Kebutan, Gerombolan Motor Brong Diamankan Petugas

Menerima laporan kasus penganiayaan, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta segera ke lokasi kejadian. Polisi lalu menangkap tiga penganiaya yakni Maulia Saptari Pandu, Gigin Ginanjar dan Asep Rizky Rudiansyah, tak jauh dari lokasi kejadian.

Selanjutnya pada Rabu (18/1), dua pelaku lain yakni Dede Mira Asmara dan Asep Daryanto ditangkap di Jalan Tukad Pancoran II No.15, Kelurahan Panjer, Densel. “Dua pelaku lain yakni Halim dan Martin masih diburu. Mereka berasal dari Jawa Barat yang hendak bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Bali,” ungkap Yogie.

Baca juga :  Mobil Jatuh ke Jembatan di Yeh Sumbul, Sopir Tewas dan Penumpang Alami Luka Bakar

Selain itu mereka baru seminggu tiba di Bali. Saat menganiaya korban, mereka dalam keadaan mabuk karena habis minum arak. “Saat ini korban menjalani operasi di rumah kasit karena tulang hidungnya patah,” tandas Kapolsek Kuta. (yan)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini