Gadis di Bawah Umur Diduga Diperkosa, Dua Pelaku Dikabarkan Minta Damai

picsart 22 07 24 18 09 21 159
Ilustrasi

Negara, DENPOST.id

Seorang gadis berusia 16 tahun di wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana diduga menjadi korban pemerkosaan dua pria dewasa. Korban merupakan anak yatim dan tinggal bersama nenek dan adiknya di ujung sebuah desa di Kecamatan Melaya. Parahnya, para pelaku dikabarkan meminta upaya damai agar kasus ini tidak diproses secara hukum.

Menurut informasi, korban sehari-hari membantu neneknya mencari rumput untuk makanan sapi yang jaraknya 2 km dari rumahnya. Gadis ini informasinya putus sekolah dan hanya tamat SD (sekolah dasar).

Masa depan korban kian suram karena korban diperkosa dua lelaki bejat yang juga tetangganya sendiri.
Pihak keluarga mendesak kepolisian segera memproses hukum yang berlaku, lantaran pelaku yang sudah mengakui perbuatannya masih berkeliaran.

Berdasarkan informasi yang didapatkan DENPOST.id pada Minggu (22/1/2023) sore, kasus ini terjadi sebulan yang lalu.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jembrana pada 12 Januari 2023 lalu. Bahkan korban juga sudah dilakukan visum di RSU Negara.

Baca juga :  Suka Duka Petugas BPBD Bangli, Diumpat Warga Hingga Kuburkan Jenazah Didampingi "Kera Jadi-jadian"

Dari penuturan salah seorang kerabat korban yang baru datang dari Polres Jembrana, Minggu sore, korban diduga diperkosa saat mencari rumput dan memberi makan sapi. Di wilayah tempatnya mencari rumput itu memang kondisinya sepi. Pelaku diduga memanfaatkan situasi yang sepi untuk memaksa korban memuaskan nafsunya.

Awalnya nenek dan kerabat korban tidak curiga karena korban dikenal seorang periang. Namun ketika korban mengurung diri di rumah dan tampak muram serta mengeluhkan sakit pinggang, rasa curiga muncul. Setelah diusut ternyata korban mengalami kekerasan seksual.
“Awalnya dia murung dan sering mengurung diri. Biasanya dia anak yang periang dan suka membantu neneknya. Setelah diinterogasi, dia mengaku telah diperkosa oleh seseorang berinisial PN (60),” ungkap seorang kerabat korban.

Bejatnya lagi, saat hendak diperkosa, tangan korban diikat menggunakan tali dari pelepah pisang kering. Tidak hanya sekali, perbuatan keji pelaku dilakukan hingga dua kali di tempat yang sama.
Yang membuat kerabat korban makin terkejut, pelaku pemerkosaan tidak hanya oleh PN. Korban juga sempat diperkosa oleh terduga pelaku lain berinisial GP (55).

Baca juga :  Jelang Nyalon Bupati, Kembang Urus SKCK

“Pelaku PN ini sudah mengakui perbuatannya, namun pelaku kedua yaitu GP masih menyangkal perbuatannya itu,” ujar kerabat korban.

Isu pemerkosaan yang dilakukan oleh PN dan GP tersebar di masyarakat.
Mendengar mereka jadi bahan pembicaraan, kedua pelaku beberapa kali sempat mendatangi keluarga korban untuk meminta berdamai, namun keluarga korban tetap bersikeras melaporkan kejadian tersebut untuk melakukan proses hukum yang berlaku.

Mendengar pengakuan dari korban dan keluarga yang sering diintimidasi oleh terduga pelaku, akhirnya keluarga korban menempuh jalur hukum. Keluarga korban melapor ke Polres Jembrana dengan surat tanda terima laporan polisi nomor : STTLP/8/1/2023/SPKT/Polres Jembrana/Polda Bali. Dengan nama pelapor paman korban.
Dengan laporan pada 12 Januari 2023 tersebut, hingga saat ini masih belum ada perkembangan atas kasus tersebut. Bahkan kedua pelaku masih bebas berkeliaran.

Baca juga :  Kecam Pernyataan AWK, Ratusan Warga Nusa Penida Jubeli Monumen Puputan Klungkung

“Kami hanya ingin keadilan saja, kenapa mereka belum ditahan. Proses hukum harus lanjut, ” tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Androyuan Elim, saat dimintai konfirmasi mengungkapkan, laporan tersebut sudah ditindaklanjuti. Ada dua orang yang dilaporkan. Pihak korban juga telah dilakukan visum serta sudah mulai penyidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi.
Pihaknya mengaku sudah memeriksa 4 saksi.

Di sisi lain Kadis Kepala Dinas PPPA-PPKB Kabupaten Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, Minggu (22/1/2023) malam mengaku sudah mendapat informasi terkait adanya anak di bawah umur diperkosa. Dia menyatakan akan segera turun untuk melakukan pendampingan serta trauma healing terhadap korban kekerasan terhadap anak. “Kami akan segera turun,” pungkasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini