Revolusioner, Sangat Logis Wayan Koster Raih Berbagai Penghargaan

kokos12
Dasi Astawa dan Lanang Perbawa

CAPAIAN kebijakan dan program baru Gubernur Bali Wayan Koster di Pemprov Bali mendapat respons, apresiasi, pengakuan, dan penghargaan, dari masyarakat, pemerintah, dan lembaga, salah satunya dari mantan Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. Dia menilai sangat wajar Pemprov Bali yang dipimpin Gubernur Koster menyabet penghargaan dari masyarakat, pemerintah, dan lembaga. Hal itu karena Gubernur Koster bersama Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), selama empat tahun kepemimpinannya di Pemprov Bali sangat bagus menjalankan program–program berbasis kepentingan rakyat yang didahului dengan membuat perangkat suprastruktur/regulasi. Koster-Ace dalam menggerakan kepemimpinannya mempunyai pondasi atau payung hukum untuk melakukan pembangunan dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Menurut Dasi Astawa, setelah membangun suprastruktur berupa Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Gubernur (Pergub) Bali, dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali, kepemimpinan Wayan Koster kian mantap. Dia membangun struktur pembangunan dengan meletakkan program prioritas yang mencakup lima bidang yaitu: pangan, sandang dan papan; bidang kesehatan dan pendidikan; bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan (jamsostek); bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya; dan bidang pariwisata. Kemudian memasuki tahun ke-3 dan ke-4, Gubernur Koster membangun berbagai Infrastruktur darat, laut, dan udara (khusus untuk udara, masih dalam proses). Dengan memasuki tahun ke-4, Dasi Astawa berharap Gubernur Koster bersama Wagub Cok Ace fokus ke pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat lima program prioritas pembangunan dan konsep Ekonomi Kerthi Bali melalui enam sektor unggulan sebagai pilar perekonomian Bali yaitu: sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan dengan sistem pertanian organik; sektor kelautan dan perikanan; sektor industri yang meliputi industri manufaktur dan industri berbasis budaya branding Bali; sektor industri kecil-menengah (IKM), usaha mikro kecil-menengah (UMKM) dan koperasi; sektor ekonomi kreatif dan digital; dan sektor pariwisata yaang berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Program prioritas pembangunan Bali bersama konsep Ekonomi Kerthi Bali ini harus fokus dilaksanakan pada tahun ke-5 dari kepemimpinan Koster-Ace ini supaya program-program yang bersifat suprastruktur, struktur, dan infrastruktur, ini saatnya dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat secara langsung, walau dalam pemerintahan di Indonesia selama dua tahun program pemerintah tidak berjalan optimal, karena fokus mengendalikan pandemi covid-19. “Sentuhan-sentuhan yang dilakukan oleh Koster-Ace dengan cultural, social, dan ekonomi, menjadi program yang betul-betul dirasakan secara sistematis, masif, komprehensif oleh masyarakat, dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” tambah Dasi.

Baca juga :  Gubernur Koster Lepas Ekspor Manggis ke Dubai

Jadi trio kepemimpinan Gubernur Koster, Wagub Cok Ace, bersama Sekda Bali Dewa Made Indra, di Pemprov Bali betul-betul pada tahun ke-5 mewujudkan Bali Era Baru melalui diversifikasi dan diferensiasi ke sektor primer, tersier, dan sekunder. “Hal ini saya harapkan untuk menunjukkan jati diri kepemimpinan Gubernur Koster yang bekerja keras membangun Bali bahwa ini lho yang sebenarnya Bali Era Baru,” ungkap Prof. Dasi Astawa.

Dia menyarankan kepada kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali bersama jajaran supaya terus bergotong royong melakukan program diversifikasi dan diferensiasi ke setiap sektor/program pembangunan. Kemudian seluruh elemen pegawai dan staf di OPD agar semakin bersinergi dan memberikan energi dalam mewujudkan program yang sedang dijalankan Gubernur Koster. “Mempertahankan penghargaan jauh lebih berat daripada meraihnya. Prestasi yang diraih Pemprov Bali di era kepemimpinan Gubernur Koster bersama Wagub Tjok Oka Sukawati akan menjadi beban Pemprov Bali, karena seluruh OPD harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja berkualitas, dan kerja ikhlas untuk mempertahankan prestasi tersebut,” tegas Prof. Dasi Astawa, yang sekarang menjabat Direktur Politeknik elBajo Commodus Periode 2022/2026,

Dia juga yakin bahwa sosok Wayan Koster tidak membutuhkan penghargaan tersebut, tetapi dalam kepemimpinannya hanya membutuhkan aksi nyata untuk mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali agar terwujudnya Bali Era Baru yang berpihak pada masyarakat Bali. “Pak Koster secara akademik adalah orang cerdas yang memiliki intelektual. Meskipun saya dan Pak Koster pernah memiliki kesamaan profesi dalam mengarang buku matematika, tetapi Pak Koster memiliki pengalaman politik di DPR RI selama tiga periode. Ketika diberikan tugas menjabat Gubernur Bali, Pak Wayan Koster mampu membawa Bali ke arah pembangunan yang sangat baik,’’ ungkap Dasi.

Baca juga :  Gubernur Nilai Kebijakan PSBB Belum Perlu di Bali

Sangat logis dan wajar Gubernur Koster sukses menghadirkan berbagai penghargaan bagi Pemprov Bali atas program terobosan yang dilakukannya. Apalagi Wayan Koster memadukan empat konsep dalam memimpin Bali yaitu : leadership, menajerial, entrepreneur, dan pengalaman. Gubernur Koster tak hanya memiliki sense of responsibility (tanggungjawab), sense of belonging (rasa memiliki), dan sense of crisis (rasa kepekaan), namun juga memiliki sense of political will (kemauann politik menentukan kebijakan) yang bagus,” tandas Prof. Nengah Dasi Astawa, yang juga dosen S-2 di Undiknas Denpasar ini.

Penghargaan yang disabet Koster-Ace di antaranya: Nilai BB (baik sekali) untuk program Reformasi Birokrasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2021; penghargaan kategori sangat baik dalam penerapan Sistem Merit dari Komisi Aparatur Sipil Negara tahun 2021; penghargaan peringkat I Badan Kepagawaian Negara Award dalam Implementasi Penilaian Kinerja tahun 2021; penghargaan peringkat I Badan Kepagawaian Negara Award tahun 2021 dalam Komitmen Pengawasan dan Pengendalian; kategori tinggi dari 16 kementerian/lembaga dan pemda yang menjadi proyek percontohan dalam Indeks Kode Etik dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara oleh Komisi Aparatur Sipil Negara tahun 2022; ranking pertama dalam Penilaian Kualitas Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi dari 34 provinsi di Indonesia dan semua kementerian/lembaga dari Komisi Aparatur Sipil Negara tahun 2021; serta anugerah Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi kategori sangat baik dari Komisi Aparatur Sipil Negara tahun 2022, satu-satunya provinsi memperoleh kategori sangat baik dengan indeks 3,68 dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dari 34 provinsi di Indonesia oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2021; dan penghargaan sebagai provinsi terbaik pembina HAM kabupaten/kota oleh Kemenkumham tahun 2022.

Sedangkan Dekan Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati, Dr. Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum., memandang penghargaan yang diraih Gubernur Koster dari pemerintah dan lembaga, seperti  penghargaan pelaksanaan PPKM Mikro Terbaik yang memiliki strategi terbaik dan peran paling efektif dalam tata kelola pengendalian covir-19 dari Kapolri dan Panglima TNI tahun 2021; serta penghargaan People of  The Year 2021 untuk kategori best governor for healthcare & action against pPandemic dari MetroTV tahun 2021; maupun tokoh/pemimpin teladan pemajuan budaya lokal di era disrupsi oleh iNews tahun 2022, merupakan hasil kerja revolusioner. Dengan demikian, sangat wajar, pantas dan cocok Gubernur Koster mendapat penghargaan. Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang dijalankan Gubernur Koster betul-betul diimplementasikan secara riil melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independen dan fair, dengan jumlah program yang sangat banyak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Bapak Gubernur bekerja tanpa lelah saat pandemi covid-19 sampai mampu membawa Bali pulih dari pandemi. Hal ini kemudian memberi dampak positif terhadap perekonomian dan pariwisata mengingat Bali yang dipimpin Gubernur Wayan Koster sukses membawa nama baik Pulau Dewata di ajang Presidensi G20 dengan suasana budaya Bali,” ungkap lulusan Program Doktoral (S3) Universitas Brawijaya, Malang ini.

Baca juga :  Dua Kebakaran Terjadi Saat Kuningan, Satu Orang Terluka

Dr. Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa berharap kerja keras yang dilakukan Gubernur Koster yang disambut secara bergotong royong oleh OPD di Pemprov Bali dengan konsep satu komando menjalankan visi–misi yang ditetapkan. Kemudian di kabupaten/kota se-Bali juga harus ikut menindaklanjuti apa yang menjadi program Gubernur Bali. “Jadi prestasi yang diraih Bapak Wayan Koster harus disosialisasikan dengan baik di seluruh media dan lapisan masyarakat, lengkap dengan hasil program kerja nyata yang dilakukannya,’’ tegasnya.

Kerja nyata itu seperti pembangunan pelindungan kawasan suci Besakih di Karangasem; pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung; pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwi; pembangunan tiga pelabuhan sekaligus: Pelabuhan Sanur (Denpasar), Pelabuhan Sampalan (Nusa Penida), dan Pelabuhan Bias Munjul (Nusa Ceningan); pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng; pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng, dan pembangunan Bendungan Sidan masing-masing di Badung, Bangli, dan Gianyar; serta pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali sepanjang 96 km, yang menghubungkan Gilimanuk-Mengwi. (dwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini