26 Januari 2023, Implementasi Program Subsidi Tepat dengan QR Code

rabu mina2
SOSIALISASI - Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Bali Gusti Anggara Permana, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani, dan Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Bali Arnaldo Andika Putra, saat sosialisasi uji coba implementasi full cycle dengan QR code dan ramah tamah bersama wartawan di Renon, Selasa (24/1/2023). (DenPost.id/ist)

Renon, DenPost.id

Perluasan uji coba pembelian solar subsidi dengan menggunakan QR code di wilayah Jawa Timur (Jatim), Madura, dan Bali, rencananya dimulai pada 26 Januari 2023 untuk tahap pertama. Khusus untuk Bali uji coba tahap I meliputi Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, dan Bangli. Sedangkan tahap II pada Senin (30/1/2023) yang meliputi Buleleng, Jembrana dan Karangasem.

Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani, Selasa (24/1/2023), penerapan pembelian jenis BBM tertentu (JBT) yang solar bersubsidi ini sudah diimplementasikan di 34 kota/kabupaten lainnya di Indonesia.  Sedangkan untuk perluasan uji coba  kali ini  mencakup  19 kabupaten/kota di wilayah Jatim serta lima kabupaten/kota di wilayah Bali.

Deden menambahkan uji coba bertujuan mengedukasi dan mensosialisasikan ke para konsumen pengguna BBM subsidi (solar JBT) untuk mendaftarkan kendaraan masing-masing.  Hal tersebut  bertujuan untuk memisahkan konsumen pengguna yang berhak dan yang tidak berhak. Pada implementasi program subsidi tepat ini, Pertamina melakukan pemeriksaan dan pencocokan data, termasuk penentuan konsumen mana yang berhak sesuai Perpres No.191/2014.  “Hal ini diharapkan dapat membantu pihak yang berhak atas produk subsidi menjadi terlayani lebih baik, sekaligus mengeluarkan pihak yang tidak berhak untuk mendapatkan BBM subsidi,” ungkap Deden didampingi Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Bali Gusti Anggara Permana, dan Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Bali Arnaldo Andika Putra.

Pertamina juga menyiagakan petugas di 1.300 booth pendaftaran yang bisa membantu masyarakat untuk melengkapi data dan dokumen di website satu QR code yang berlaku untuk satu kendaraan.

Baca juga :  Pusat Matangkan Skema PPKM Darurat untuk Bali

Bagi warga yang sudah mendapatkan QR code atau sudah terdaftar di website Subsidi Tepat, maka dapat membeli solar subsidi dengan volume sesuai SK BPH Migas No.04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020 yakni 60 liter per hari untuk roda empat pribadi, 80 liter per hari untuk roda empat angkutan barang dan umum dan untuk angkutan barang dan umum roda ebam atau lebih dibatasi maksimal 200 liter per hari per kendaraan.

Sedangkan warga yang belum memiliki QR code atau belum terdaftar, maka tetap dilayani pembelian solar subsidi namun dengan volume yang diatur yakni maksimal 20 liter/hari dan dilakukan pencatatan nomor polisi (nopol) kendaraan di mesin EDC SPBU.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Bali Tempatkan Petugas Hingga di Banyuwangi

Mengenai mekanisme penggunaan QR code, menurut Deden, para konsumen solar JBT dapat langsung menunjukkan QR code kepada operator SPBU untuk discan sebelum membeli solar di SPBU. Jika sudah discan dan data dinyatakan cocok, maka operator SPBU akan melayani pengisian solar subsidi sesuai SK BPH Migas No.04/2020. QR code tidak wajib menggunakan handphone (HP), namun warga juga bisa memprint dan membawa hardcopy ke SPBU.

Menurut Deden, digitalisasi proses distribusi BBM merupakan syarat penugasan penyalur Subsidi oleh BPH Migas dalam Peraturan BPH No.60/61-108 tahun 2021. Uji coba ini merupakan bagian dari menguji kesiapan dan keandalan sistem digitalisasi dalam mendukung penyaluran solar subsidi lebih tepat sasaran. Keandalan yang diuji yakni infrastruktur digital di SPBUantara lain EDC QR code, keandalan sinyal dan kesiapan perangkat lain.  ”Di masa uji coba ini, seluruh masyarakat tetap dilayani, baik yang sudah memiliki QR code maupun yang belum,” tegasnya dalam acara sosialisasi uji coba implementasi full cycle dengan QR code dan ramah tamah bersama wartawan di Renon.

Baca juga :  Cemari Sungai Hingga Berwarna Merah, Pemilik Usaha Didenda Rp2,5 Juta

Pertamina juga memastikan kesiapan seluruh pengawas dan operator SPBU terlatih dan memahami mekanisme program subsidi tepat, sehingga layanan tetap cepat dan mudah. Untuk mendukung kelancaran penerapan implementasi secara menyeluruh program Subsidi Tepat untuk pembelian solar subsidi ini, Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus juga berkoordinasi dengan pemda setempat serta aparat kepolisian terkait di wilayah Jatim dan Bali. Program ini direspons baik oleh kedua belah pihak dan menyatakan dukungan untuk implementasi ini berjalan lancar agar subsidi dapat tepat sasaran dan membantu mengurangi kasus-kasus penyalahgunaan BBM subsidi.

Khusus mengenai kebutuhan solar subsidi untuk Bali, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Bali Gusti Anggara Permana mengungkapkan untuk tahun 2021 sekitar 191 ribu kiloliter (kl), lalu meningkat tahun 2022 menjadi sekitar 201 ribu kl, dan tahun ini diprediksi sama dengan tahun lalu sesuai BPH Migas. Khusus akhir tahun 2022, pihaknya sempat kekurangan stok solar bersubsidi, sehingga mesti ditambah lagi. ‘’Kami berharap tak ada lagi antrean panjang kendaraan yang membutuhkan solar di SPBU,’’ tandas Gusti Anggara. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini