Diduga Tipu Ratusan Nasabah, Perusahaan Investasi PT DOK Dilaporkan ke Polda

picsart 23 01 24 20 00 43 265
INVESTASI BODONG - Salah satu korban investasi bodong dari PT Dana Oil Konsorsium, saat memberikan keterangan.

Kereneng, DENPOST.id

Perusahaan investasi yang diduga bodong, yakni PT. Dana Oil Konsorsium (DOK) di Jalan Kebo Ireng No.1, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Selasa (24/1/2023).

Perusahaan tersebut, disinyalir menipu 793 korban dengan nilai kerugian Rp61,9 miliar.

Kasus dugaan investasi bodong ini, dilaporkan kuasa hukum para korban Rekonfu 87 Law Firm. Pelapor, yakni Brigjen (Purn.) Drs. I Gede Alit Widana mengaku ditunjuk 4 korban mewakili 793 orang untuk melaporkan PT. DOK yang ditengarai perusahaan investasi bodong.

“Ya, benar saya ditunjuk sebagai kuasa hukum 793 korban untuk melaporkan PT. DOK. Kerugiannya senilai Rp61,9 miliar,” kata Alit Widana, usai membuat pelaporan ke SPKT Polda Bali, dengan nomor laporan STTLP/41/I/2023/SPKT/ POLDA BALI.

Baca juga :  Longsor, Senderan Pura Taman Ayu Timpa Pura Dalem Gandamayu

Mantan Wakapolda Bali ini menjelaskan ada 6 orang terlapor yang dilaporkan dalam kasus investasi bodong tersebut, yakni bos PT DOK, I Nyoman Tri Dana Yasa alias Mang Tri. Dan Mang Tri sudah dijadikan tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bali, terkait laporan korban lainnya.

Kemudian ada 5 terlapor lainnya, yakni berinisial IPEYA, INAS, IWBA dan RKP, serta IPSOA. Tapi, untuk nama sejumlah staff selain founder untuk ke 5 terlapor ini belum ditahan. “Dari kasus ini, kami menduga ada setoran-setoran dana ke 5 orang tersebut, dan sudah kami laporkan ke Polda,” terangnya.

Baca juga :  Di Denpasar, Kasus Positif Covid-19 Naik Dari Angka Sembuh

Alit Widana mengatakan pihaknya sudah sempat melayangkan permohonan mediasi sebanyak dua kali, tapi tidak direspon oleh PT. DOK. “Para korban juga telah melayangkan somasi kepada PT. DOK tapi tidak digubris,” tegasnya.

Diterangkan dia, PT. DOK mengklaim ada kerja sama dengan perusahaan luar negeri. Tapi pada kenyataanya kerja sama itu fiktif, sehingga korban mendesak uang mereka dikembalikan. “Para korban berharap dananya dikembalikan,” ujarnya.

Baca juga :  Dukung Pendapatan Provinsi, Bapenda Daerah Diminta Tetap Berkontribusi

Sementara salah seorang korban, yakni I Ketut Sudiarta Antara menjelaskan dirinya bersama 3 korban lainnya sudah diberikan kuasa oleh investor lain untuk melapor dan sudah diterima penyidik Ditreskrimum Polda Bali. “Laporan ini kami lakukan agar bisa mengakomodir para korban,” ujarnya.

Dengan pelaporan tersebut, diharapkan agar hak korban sebagai investor dapat kembali sesuai perjanjian kerja sama dengan PT. DOK. “Kami berharap bisa mengembalikan hak kami sebagai investor sesuai perjanjian kerja sama di PT. DOK,” bebernya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini