Rekonstruksi Pembunuhan di Belandingan, Korban Tewas Jarak 5 Meter dengan Anaknya

rekonstruksi
REKONSTRUKSI - Rekonstruksi dugaan pembunuhan oleh kakak-beradik terhadap paman tiri di Kintamani. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Polsek Kintamani menggelar reka ulang adegan (rekonstruksi) atas kasus dugaan pembunuhan paman tiri oleh kakak beradik di Banjar/Desa Belandingan, Kintamani, Bangli, Senin (30/1/2023). Tersangka, I Gede Darmawan alias Mang Kod (19) dan I Made Ariawan alias Made (18) memeragakan 35 adegan, dari awal bertemu di jalan setapak menuju tegalan, hingga menyeret secara keji lalu membuang mayat korban Nyoman Rai (36), ke jurang.

Rekonstruksi dilakukan di belakang Kantor Polsek Kintamani, dengan pertimbangan keamanan, baik dari pihak masyarakat maupun medan yang terjal dan juga faktor cuaca. Rekonstruksi ini juga tanpa melibatkan awak media. Hanya pihak kepolisian, kejaksaan dan pihak keluarga baik korban maupun tersangka.

Baca juga :  Got Tersumbat, Air Rendam Pusat Kota Bangli

Dalam adegan tersebut, diawali dengan tersangka Darmawan menuju ke kebun dengan mengendarai sepeda motor. Lalu bertemu korban yang saat itu sedang menggendong anaknya yang masih balita, Gede S (2,5). Kemudian terjadi cekcok mulut dan perkelahian. Di adegan ke-10 datang tersangka Made Ariawan, membantu kakaknya untuk menghabisi paman tirinya tersebut.

Pada rekonstruksi ini diketahui jarak antara korban saat dibantai dengan anaknya hanya 5 meter. Posisi si anak tepat berada di belakang kedua tersangka. Pada adegan ke-25, korban sudah tak bernafas. Adegan ke-27 tersangka Darmawan menyeret korban menuju bibir jurang, lalu dibuang.

Baca juga :  Ini Alasan Dua Anggota Dewan "Walkout" dari Rapat

Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto, mengatakan bahwa rekontruksi bertujuan memberikan gambaran yang jelas terhadap suatu tindak pidana sehingga perkara dapat dilimpahkan.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga bernama Nyoman Rai dari Desa Belandingan, Kintamani, Bangli, ditemukan tak bernyawa di dasar jurang, desa setempat pada Rabu (4/1/2023) sore. Tubuh bapak satu anak ini baru bisa dievakuasi malam hari mengingat kondisi TKP berada di balik bukit. Awalnya korban dikira terjatuh sendiri ke jurang. Namun belakangan pihak keluarga mencurigai korban bukan mengalami kecelakaan murni, namun korban dibunuh.

Baca juga :  Napi Terjangkit Covid-19 akan Diisolasi di Rutan Bangli

Kecurigaan dugaan pembunuhan juga berdasarkan kondisi tubuh korban yang penuh luka dan sejumlah barang ditemukan di TKP. Seperti karung beras (kampil putih), gagang sabit, dan ada ceceran darah dari atas jurang. Setelah dilakukan penyelidikan, terduga pelaku mengarah ke dua keponakan tiri korban. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini