Hamiatun Terapkan Pengobatan Tradisional dengan Pijat dan Jamu

rehat21
Hamiatun

ZAMAN sekarang banyak jenis penyakit yang berkembang. Pengobatan modern juga makin berkembang, demikian juga pengobatan tradisional. Hamiatun yang biasa dipanggil Bu Aries sangat dikenal di kota Denpasar. Ia bisa membantu menangani beberapa masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan urat, tulang, persendian, dan kehamilan.

“Pengetahuan memijat dan jamu saya dapat dari leluhur saya secara turun-temurun. Ketika masih sekolah dasar (SD), saya biasa membantu nenek membuat jamu dan mijet. Nenek saya yang bernama Mbah Suparah adalah salah satu dukun bayi terbaik dan diberikan sertifikat di Puskesmas Benculuk, Banyuwangi, ” jelas Hamiatun.

Baca juga :  PPKM Usai, Masyarakat Diminta Tetap Vaksinasi

Kebiasaan membantu nenek itu membuatnya hafal jenis ramuan, dan cara-cara memijat. Misalnya untuk menjaga kesehatan ibu hamil, dia menyarankan untuk minum jamu kunyit yang dicampur dengan madu dan kuning telur ayam kampung. “Bahan ini sangat bermanfaat untuk menguatkan jantung ibu dan bayi dalam kandungan. Air kelapa hijau juga bagus diminum oleh ibu hamil untuk melancarkan proses kelahiran dan membersihkan bayi dalam kandungan, ” jelas ibu dua anak ini.

Baca juga :  Hotel Infinity8 Direncanakan Jadi Tempat Isoter di Kutsel

Untuk mengobati ambeyen, jamu yang dipakai Hamiatun juga sama seperti ibu melahirkan, tetapi ditambahkan dengan pemijatan rutin minimal seminggu sekali. “Padahal membuat jamu sangat gampang dan murah, tetapi banyak yang malas membuatnya. Kadang-kadang saya membantu menyediakan jamu bagi yang berobat pada saya. Tapi kasihan harus bolak-balik ngambil, karena jamu biasanya diminum dalam kondisi segar. Sedangkan pembuatannya tidak bisa mendadak,” terang ibu yang tinggal di Bali sejak tahun 1970-an ini.

Bu Aries menambahkan bahwa langganannya hampir tersebar di seluruh Bali. Ketika dunia pariwisata sedang ramai-ramainya, ia juga biasa dipanggil untuk memijat tamu-tamu di vila. Saat itu, dia merasakan betul kucuran rezeki yang didapat. Dalam sehari saja, Hamiatun dapat memijat 10 tamu.  “Ada langganan saya yang dulu mengalami gangguan fungsi seksual, namun sekarang dia punya anak SMA dan masih berlangganan jamu dan pijet,” tandas wanita yang kos di Jalan Wedajaya No.14, Kayumas, Denpasar ini. (ita)

Baca juga :  Penyebaran Meningkat, Pasar Mangsul Ditutup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini