Terkait Pelindungan Bahasa Daerah, Pemprov Bali Terima Penghargaan dari Kemendikbudristek

baliku
TERIMA PENGHARGAAN - Gubernur Bali yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bali, Gede Indra Dewa Putra, menerima penghargaan saat FTBIN Tahun 2023 di Hotel The Sultan, Jakarta. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) saat Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) Tahun 2023 sebagai bentuk apresiasi kepada penutur bahasa daerah usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada Minggu (12/2/2023) hingga Kamis (16/2/2023)  di Hotel The Sultan, Jakarta.

Kegiatan ini bertema ‘’Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Pendidikan Multilingual dalam Payung Merdeka Belajar’’. Platform Merdeka Belajar-17: Revitalisasi Bahasa Daerah (MB-17: RBD) merupakan salah satu program pelindungan bahasa daerah berbasis sekolah, komunitas, dan/atau keluarga yang dilaksanakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.  Acara FTBIN ini dibuka Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim. Dalam sambutannya, Nadiem Makarim menyampaikan pesan penyemangat kepada 215 siswa peserta, penghargaan, dan apresiasi atas gerakan gotong royong dan komitmen Pemprov Bali dalam melaksanakan pelindungan bahasa daerah.

Mengenai hal itu, Pemprov Bali sangat layak menerima penghargaan tersebut, karena sebelum ada platform Merdeka Belajar-17: Revitalisasi Bahasa Daerah (MB-17: RBD), Provinsi Bali memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 80 Tahun 2018 tentang pelindungan dan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali, serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, karena bahasa, aksara, dan sastra ,Bali adalah  hidup dan berkembang di masyarakat Bali dan daerah lain yang menjiwai serta menjadi wahana tumbuh dan berkembangnya kebudayaan Bali, serta Pergub Bali No.19 Tahun 2016 tentang penyuluh bahasa Bali. Penyuluh yang dimaksud meliputi penyuluh bahasa, aksara, dan sastra Bali, yang tersebar di seluruh desa dan kecamatan di Provinsi Bali.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Bali diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bali, Gede Indra Dewa Putra.

Baca juga :  Terbaik Nasional Stranas PK, Togar Situmorang Apresiasi Prestasi Pemprov Bali

Gede Indra mewakili Gubernur Bali mengucapkan terima kasih kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, khususnya Balai Bahasa Provinsi Bali, yang melakukan kerja sama dengan Pemprov Bali dalam upaya pelestarian bahasa Bali, khususnya bagi generasi muda. Kerjasama ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar bahasa Bali tetap lestari. Gede Indra menambahkan bahwa Pemprov Bali memiliki regulasi terkait pelindungan bahasa dan sastra daerah, berupa perda bahasa daerah. Selain itu, Bali merupakan provinsi satu-satunya di Indonesia yang memiliki penyuluh bahasa daerah dan Bulan Bahasa Daerah. Perayaan Bulan Bahasa Bali sendiri dilaksanakan pada Februari, yang diisi dengan lomba-lomba kebahasaan dan kesastraan Bali di setiap desa adat di Pulau Dewata. Gede Indra mengajak generasi muda agar bangga dan tidak malu menggunakan bahasa daerah. Pelestarian bahasa daerah adalah tanggung jawab bersama.

Baca juga :  Bali Boleh Tak Pungut PHR Selama Enam Bulan

Selain Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bali, pada kegiatan tersebut juga hadir Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga se-Provinsi Bali seperti Kadisdikpora Kabupaten Bangli, Kadisdikpora Kabupaten Klungkung, dan Kadisdikpora Kota Denpasar. Hadir pula MGMP kabupaten/kota di Provinsi Bali, para kepala sekolah, dan guru pendamping dari sekolah asal para pemenang lomba FTBI Tingkat Provinsi Bali. Selain itu, ada beberapa orangtua pemenang lomba yang ikut menyemarakkan dan mendampingi putra-putri mereka sebagai peserta FTBIN.

Dua peserta dari Balai Bahasa Provinsi Bali yaitu Komang Yenita Wulandari (pemenang 1 lomba Gending Rare) dan Nyoman Salwa Dhayanagangga Prajna (pemenang 1 lomba Masatua Bali) bersama peserta dari dua provinsi lainnya, mendapat kesempatan tampil di depan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, saat pembukaan FTBIN.

Baca juga :  Perubahan Level PPKM di Bali Belum Pasti

Pada kesempatan ini, Tim Balai Bahasa Provinsi Bali menampilkan pertunjukan berupa dolanan yang berjudul ‘’Magending Sambilang Malajah, Malajah Sambilang Magending’’. Pertunjukan ini dibawakan oleh siswa-siswi pemenang lomba serangkaian FTBI yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali pada November 2022. Siswa-siswi perwakilan Bali menampilkan nyanyian, permainan, cerita, hingga menggunakan media sosial Tiktok yang keseluruhannya disampaikan dalam bahasa Bali. Pertunjukan ini diharapkan dapat tersampaikan pesan bahwa anak-anak dapat belajar tentang budaya, tradisi, bahasa, dan sastra daerah dari nyanyian, cerita, dan permainan, bahkan dari teknologi media sosial yang kini sangat diakrabi oleh anak-anak. Selain itu, pertunjukan ini diharapkan dapat mencerminkan konsep adiluhung Bali, Tri Hita Karana, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan dengan Sang Pencipta, antarsesama manusia, dan lingkungan. (r)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini