Uji Sample Nasi Bungkus Perlu Waktu Sepekan

racun
CEK - Petugas dari Dinas Kesehatan bersama tim saat melakukan pengecekan ke rumah warga yang punya kegiatan upacara pernikahan di Banjar Umbalan, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangli bergerak cepat merespons musibah dugaan keracunan massal yang menimpa warga di sebuah hajatan pernikahan di Banjar Umbalan, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli. Selain memeriksa langsung kondisi di lapangan, pihak Dinkes kini juga telah mengirim sample makanan yang diambil dari TKP untuk diuji di laboratorium milik Pemprov Bali, di Denpasar. Diperkirakan diperlukan waktu sepekan untuk meneliti terkait adanya kandungan bakteri pada sebuah makanan.

“Pagi ini baru kami kirim samplenya untuk diuji. Seminggu biasanya baru hasilnya keluar,” kata Kadis Kesehatan Bangli, dr. I Nyoman Arsana, didampingi Fungsional Epidemologi Kesehatan, Dinskes Bangli, Ni Kadek Raka, Jumat (24/2/2023).

Baca juga :  Gugus IV Kuta Selatan Jaring 224 Atlet Tingkat SD

Diungkapkannya, saat turun ke rumah warga yang punya upacara pernikahan, pihaknya bersama tim telah memeriksa dan mengambil sample berupa nasi, air, dan lauk. Lauk yang diambil hanya telur. “Lauk jenis lain agak susah, karena saat kami datang makanannya sudah pada habis, masih ada sisa-sisa sedikit,” aku Kadek Raka.

Apakah sample yang diambil lewat satu hari tidak basi sehingga menunjukkan bakteri? Ditanyakan demikian, Kadek Raka menjelaskan, untuk mengetahui kandungan bakteri tak hanya pada makanan, diperlukan waktu sepekan. Dan jika memang ada bakteri pada barang atau benda tersebut, akan masih tetap di sana meskipun sudah lewat berhari-hari. “Kalau jamur, baru bisa dideteksi seketika. Tapi bakteri, kalau memang ada di makanan yang sudah jadi, maka akan tetap di sana, jadi tak mempengaruhi bila samplenya diambil dalam rentang waktu lewat satu hari pun,” terangnya.

Baca juga :  Penindakan Operasi Patuh Terkendala CCTV

Sembari menunggu hasil uji sample keluar, pihaknya dalam kesempatan ini juga mengimbau pada masyarakat untuk memasak bahan makanan benar-benar matang dengan maksimal. “Masaknya harus benar. Perhatikan kebersihannya. Apalagi masaknya dengan skala besar. Tergantung cara mengolah,” kata Raka, sembari berharap tak ada kejadian yang serupa terulang lagi di Bangli.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kapolsek Tembuku, AKP I Wayan Oka Yasa, didampingi Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta, menegaskan, tindak lanjut dari musibah keracunan massal tersebut adalah masih menunggu hasil uji sample makanan yang diambil Dinkes. “Masih menunggu. Ini kan tidak sampai ada korban jiwa dan tidak ada laporannya juga dari pihak korban. Nantinya mungkin ada sebatas imbauan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan dalam mengolah makanan apalagi dalam sebuah kegiatan yang melibatkan orang banyak,” ucapnya.

Baca juga :  Tak Hanya Tangani Bencana Alam, BPBD Bangli Juga Ikut Tanggulangi Covid-19

Diberitakan sebelumnya, belasan warga diduga mengalami keracunan makanan, usai menyantap nasi bungkus di sebuah hajatan pernikahan di salah seorang rumah warga di Banjar Umbalan, Desa Yangapi, Tembuku, Bangli, Rabu (22/2/2023). Empat orang di antaranya harus mendapat perawatan medis baik di Puskesmas Tembuku maupun dirujuk ke RSUD Bangli. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini