Disdukcapil Badung Dorong Semua Desa Menuju Desa Cerdas

adv capil
TANDA TANGAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung menandatangani perjanjian kerjasama pemanfaatan data kependudukan, dengan dua perangkat daerah dan 16 badan hukum daerah, Selasa (7/3/2023), di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung.

Mangupura, DENPOST.id

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pemanfaatan data kependudukan dengan dua perangkat daerah dan 16 badan hukum daerah, Selasa (7/3/2023) di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung. Penandatanganan ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong semua desa yang ada di Badung menjadi desa cerdas.

Kadis Dukcapil Badung, Anak Agung Ngurah Arimbawa, mengatakan, salah satu ciri desa cerdas adalah pelayanan administrasi yang dilakukan sudah berbasis digital. Upaya ini, kata Arimbawa, sudah dilakukan sejak tahun 2022. Upaya ini dilakukan bertahap dengan mendorong satu-per satu desa/kelurahan, untuk mengarah ke digital. Meski demikian, dia mengaku juga harus melihat seperti apa kesiapan dari masing-masing desa. Baik dari segi sarana dan prasarana, SDM dan yang terpenting komitmen dari kepala desanya.

Baca juga :  Ini Kata Suiasa Saat Apel Paripurna Pemkab Badung

“Bagaimana supaya inovasi yang disampaikan di desa, yaitu Gapura Desa yang di dalamnya ada Telunjuk Sakti Desa, ada ID Digital, ada penduduk non permanen dan ada laporan kematian penduduk. Ada empat fitur di sana, bagaimana ini nantinya bisa berkelanjutan dan bisa memberikan manfaat bagi desa,” kata Arimbawa ditemui usai penandatanganan kerjasama.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini di Badung sudah ada sebanyak 52 desa yang menuju desa cerdas dari total 62 desa yang ada. Apalagi saat ini dengan kebijakan dari Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta yang telah memberikan wifi gratis dari ujung Utara sampai ujung Selatan wilayah Badung. “Kami menindaklanjuti visi misi Bupati Badung, dengan merancang inovasi yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat. Yakni pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) yang langsung bisa dilakukan di desa,” imbuhnya.

Baca juga :  Atasi Krodit, Dewan Minta Pembangunan Pasar Singamandawa Dilanjutkan

Diakuinya, dahulu masyarakat yang ada di Kuta Selatan maupun di Petang, masih terkendala jarak, karena bisa 2 jam perjalanan sampai ke Disdukcapil. Namun sekarang, selain memiliki aplikasi “Akudicari”, masyarakat bisa mengakses dari rumah maupun tempat kerjanya. “Masyarakat yang tidak mengerti teknologi, bisa dilayani di gerai Desa melalui Telunjuk Sakti Desa. Jadi masyarakat bisa dilayani dari mana saja. Ini upaya pendekatan kita untuk pelayanan masyarakat. Karena pelayanan Adminduk memang bukan pelayanan dasar, tapi dasar dari semua pelayanan publik,” pungkasnya. (a/115)

Baca juga :  Turun ke Pantai Mengiat, 4 Ton Sampah Berhasil Diangkut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini