Kematian Paus Diduga Akibat Pencemaran Air Laut

paus
BANGKAI PAUS - Petugas ketika melakukan pemeriksaan terhadap bangkai paus yang terdampar di pantai Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan.

Negara, DENPOST.id

Petugas dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, telah melakukan nekropsi dan juga penguburan sebagian tubuh paus sperma yang terdampar di Pantai Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Minggu (9/4/2023).
Penguburan bangkai ikan paus panjang 17,28 meter itu baru dilakukan sebagian karena air pasang. Untuk kelanjutan penguburan dilaksanakan Senin (10/4/2023) sore, ketika air surut.

Sementara berdasarkan hasil nekropsi, paus tersebut ternyata berjenis kelamin betina dan masih remaja. Setelah ditelusuri, diperkirakan paus tersebut sakit dan ada permasalahan di bagian pencernaan.
Petugas yang melakukan nekropsi menduga terjadi pencemaran air di wilayah perairan Indonesia.

Baca juga :  Beraksi di Densel, Pelaku Curanmor Ditangkap di Gilimanuk

Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso, mengatakan, hasil nekropsi yang dilakukan oleh tim medis, dalam saluran pencernaan ditemukan sisa makanan berupa kepala cumi dan juga ditemukan cacing-cacing. “Cacing-cacing ini nanti dicek di laboratorium, apakah ini parasit yang berbahatya atau tidak dalam pencernaan. Adapun sample yang diambil di antaranya gigi, jaringan kulit, saraf, lambung atau pencernaannya dan usus. Sample akan kita analisis di laboratoriun Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Kita butuh waktu sekitar 3 sampai 4 minggu. Kami akan kabarkan hasilnya nanti,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, terlihat paus tersebut tidak ada indikasi diburu oleh nelayan karena tidak ditemukan luka di tubuh paus tersebut. “Kemungkinan paus ini sakit di pencernaannya. Dari sisa makanan yang ada di pencernaan kita cek untuk memastikan ada bakteri atau sesuatu yang membahayakan dengan makanannya atau tidak,” jelasnya.

Baca juga :  TNI - Polri Amankan Razia Vaksinasi Covid-19

Menurut analisa Permana, ada sesuatu dengan perairan Indonesia. Karena kondisi kesehatan paus dan ikan lainnya dipengaruhi oleh makanan di tempat hidupnya. “Paus ini hidup di kedalaman lebih dari 3.000 meter dan jarang ke permukaan kecuali dia bernapas.
Demikian juga ketika dia menyelam pun lama. Ketika paus itu sakit berarti ada sesuatu di perairan kita. Perairan kita harus dijaga, jangan sampai tercemar. Indikator kotor atau tercemar salah satu kita bisa lihat dari paus yang sudah mati dan terdampar,” urainya.

Baca juga :  Sopir Angkutan Umum Jembrana Terima Bansos BBM

Meski begitu, dia menduga paus tersebut juga sempat berenang wilayah negara lain dan terpapar zat pencemar di negara lain.
“Jadi pada saat kembali ke Indonesia dia sakit dan terdampar. Mari Bersama-sama menjaga laut dari pencemaran dan pengerusakan agar bisa menyelamatkan hewan yang hidup di laut,” ajaknya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini