Abrasi di Pesisir Banjar Nyuh Semakin Parah

abrasi 2
ABRASI - Kondisi abrasi yang terjadi di pesisir Br. Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung.

Semarapura, DENPOST.id

Abrasi yang terjadi di wilayah pesisir Nusa Penida, Kabupaten Klungkung kian parah. Hal ini terlihat di Banjar Nyuh, Desa Ped, di mana abrasi sudah menggerus sebagian badan jalan yang lokasinya tidak jauh dari pelabuhan. Sayangnya, hingga saat ini abrasi yang terjadi di kawasan tersebut belum bisa ditangani secara permanen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Klungkung, I Made Jati Laksana, ketika dimintai konfirmasi mengatakan kalau kondisi abrasi yang terjadi di pesisir Br. Nyuh, Desa Ped sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Kondisi abrasi yang terjadi semakin parah hingga saat ini mencapai sekitar 500 meter.

Baca juga :  30 Jenazah Telantar Dikremasi di Mumbul

“Saat ini abrasi yang terjadi memang semakin parah karena belum tertangani. Tapi penanganan abrasi di Banjar Nyuh, sudah setiap tahun diusulkan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida,” ungkap Made Jati Laksana, Senin (24/4/2023).

Melihat parahnya abrasi di Banjar Nyuh, dia berharap penanganan harus segera dilakukan agar tidak semakin menggerus daratan. Apalagi Banjar Nyuh merupakan pesisir yang strategis, karena merupakan salah satu kawasan pelabuhan di Nusa Penida.

Baca juga :  Hujan Deras Picu Sejumlah Bencana di Klungkung

“Kami sudah koordinasi dengan pihak BWS. Usulan sudah masuk, jika tidak di anggaran perubahan, mungkin penanganan bisa dilakukan tahun depan. Pada intinya penanganan abrasi di Banjar Nyuh ini agar bisa diprioritaskan,” harapnya.

Karena abrasi sudah semakin parah, pihak BWS Bali Penida mulai melakukan penanganan sementara dengan geobag. Geobag berupa bantalan berisi pasir yang nantinya dipasang seperti tanggul di pesisir.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Kepala OPD terkait sempat turun melihat langsung persiapan penanganan abrasi di Banjar Nyuh beberapa waktu lalu. “Penanganan sementara akan dilakukan dengan geobag, sampai nanti penanganan permanen dilakukan dengan membangun tanggul pengaman pantai,” jelasnya.

Baca juga :  Bangunan Style Bali di Selat Ludes Terbakar, Kerugian Capai Seratusan Juta

Sementara itu berdasarkan data di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung, total panjang garis pantai yang terancam abrasi di Klungkung mencapai 7,15 Kilometer. Dengan rincian, sepanjang 3,55 Kilometer berada di Klungkung Daratan dan 3,60 Kilometer di wilayah Nusa Penida. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini