Ratusan Warga Difabel Terancam Kehilangan Hak Suara

picsart 23 05 22 22 32 41 359
Anggota Bawaslu Klungkung, Ida Ayu Widhiyanthy.

Semarapura, DENPOST.id

Ratusan warga difabel di wilayah Klungkung, terancam kehilangan hak suaranya dalam Pemilu 2024. Pasalnya, masih ada warga difabel yang tercecer lantaran belum masuk Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan KPU Klungkung, Rabu (5/4/2023).

Jumlahnya pun cukup banyak mencapai 673 orang. Hal inipun menjadi temuan Bawaslu Klungkung.

Parahnya lagi, belum masuknya warga difabel dalam DPS ditengarai karena belum mengantongi e-KTP atau belum melakukan perekaman KTP. Di samping itu, ada juga yang tidak ditemukan di lapangan. Padahal dari Bawaslu telah turun ke desa melakukan pengecekan sesuai nama dan alamat yang diberikan Dinas Sosial. Namun, nama warga difabel tersebut tidak ada di desa.

“Anggota kami dari panwascam sudah turun ke tingkat desa bersama KPU melakukan pengecekan sesuai alamat, tapi malah dikatakan tidak ada orangnya (disabilitas) di alamat itu. NIK ada, tapi cek ke lapangan tidak ada,” ungkap anggota Bawaslu Klungkung, Ida Ayu Widhiyanthy, Senin (22/5/2023).

Baca juga :  Hadiri BBMVER, Mendagri Kunjungi Stand Pameran Klungkung

Menurut Widhiyanthy, data jumlah warga difabel yang diberikan Dinas Sosial Klungkung, sebanyak 1.359 orang. Dari jumah tersebut, ternyata hanya 686 orang yang telah masuk dalam DPS. Sementara sisanya sebanyak 673 orang masih tercecer. Bahkan dari jumlah tersebut, 527 warga difabel yang telah memiliki hak pilih ternyata belum mengantongi e-KTP.

“Setelah proses pengecekkan ke lapangan tuntas, Bawaslu berhasil menemukan 103 disabilitas yang datanya bisa masuk dalam DPSHP. Dengan demikian, dari 1.359 disabilitas yang sudah memiliki hak pilih, sebanyak 789 orang sudah terdaftar dalam DPSHP,” jelasnya.

Baca juga :  Koster Ingatkan Kesakralan Nusa Penida

Dengan adanya persoalan tersebut, Widhiyanthy yang bertugas di bidang hukum, pencegahan, partisipasi masyarakat dan humas di Bawaslu ini, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Disdukcapil agar bisa dilayani perekaman terhadap warga difabel yang belum mengantongi e-KTP. Iapun juga memperkirakan ada warga difabel yang bukan warga Klungkung, sehingga tidak masuk dalam DPS.

Namun dengan adanya persoalan ini, pihaknya berharap warga difabel di Klungkung masuk sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilu 2024, sehingga ratusan warga difabel yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Klungkung tersebut, tidak kehilangan hak suaranya. (119)

Baca juga :  Usaha Dodol Buah di Besan, Klungkung Bangkit Lagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini