Bersama Belasan Ribu Perempuan Bali Berkebaya, Gubernur Koster dan Putri Koster Sambut Iriana Jokowi

minggu koster

Abiankapas, DenPost.id

Belasan ribu perempuan Bali berkebaya adat, penuh semangat bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Koster menyambut kehadiran Ibu Negara, Iriana Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Wury Ma’ruf Amin dalam Parade Perempuan Berkebaya Adat Bali serangkaian puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-51 Tingkat Provinsi Bali pada Jumat (9/6/2023) di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Abiankapas, Denpasar.

Ibu-ibu pengurus dan segenap anggota OASE Kabinet Indonesia Maju, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) bersama Ketua BKOW Provinsi Bali Tjokorda Putri Hariyani Ardhana

Sukawati, anggota DPRD Provinsi Bali, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Bali, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali, hingga ibu-ibu pimpinan organisasi wanita Tingkat Provinsi Bali dan Tingkat Kota/Kabupaten se-Bali beserta para remaja perempuan, memberi apresiasi tepuk tangan kepada Gubernur Koster yang menyambut Ibu Negara, Iriana Joko Widodo. Saat itu Gubernur Koster berpantun ‘’Pulau Bali penuh pesona, menjadi tujuan wisata dunia. Selamat malam Ibu Iriana, selamat datang di Pulau Dewata. Bunga mawar kembang merona, tumbuh rindang di Kebun Raya. Ibu Negara tiba di Ardha Candra, tampak anggun berkebaya’’.

Dalam kesempatan itu Gubernur Koster menyampaikan syukur, astungkara, dapat hadir bersama dalam keadaan sehat dan suasana penuh kebahagiaan, karena hadir Ibu Negara. ‘’Mewakili pemda dan seluruh masyarakat Bali, izinkan saya menyampaikan selamat datang kepada Ibu Negara, Ibu Iriana Joko Widodo, di Bali, Pulau Dewata yang kita cintai bersama. Ucapan selamat datang juga disampaikan kepada Ketua Umum Dekranas, Ibu Wury Ma’ruf Amin, beserta segenap anggota OASE Kabinet Indonesia Maju,’’ tegas Gubernur Bali tamatan ITB itu.

Baca juga :  Belum Masuk Sel, Dua WNA yang Terlibat Narkoba Diduga Dapat Perlakuan Begini

Menurutnya, kehadiran Ibu Negara sungguh-sungguh merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Bali. ‘’Kehadiran Ibu, semakin meningkatkan semangat, serta memberi inspirasi kepada kami, khususnya bagi pengurus dan anggota PKK, serta kaum perempuan di Bali, agar berperan aktif bergotong-royong membangun Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,’’ tegas Gubernur Koster.

Parade Perempuan Berkebaya Adat Bali pada malam itu merupakan yang pertama kali, menunjukkan komitmen nyata tim penggerak PKK dengan didukung organisasi wanita se-Bali untuk melestarikan warisan budaya  yang adiluhung. Langkah ini sangat selaras dengan kebijakan Pemprov Bali dalam penggunaan busana berbahan kain tenun tradisional Bali seperti endek bali, songket bali, kain rang-rang, dan kain geringsing. ‘’Saya memberlakukan kebijakan dengan Peraturan dan Surat Edaran Gubernur yang mewajibkan para pegawai pemerintah dan swasta, termasuk guru dan murid di seluruh Bali, agar memakai busana adat Bali setiap Kamis, hari purnama, dan hari tilem; serta penggunaan busana berbahan kain tenun endek/kain tradisional Bali setiap Selasa,’’ ungkap Koster.

Baca juga :  Garong Bobol Yayasan Taman Mahatma Gandhi, Kerugian Rp45,5 Juta

Bahkan saat pertemuan nasional dan internasional di Bali, para peserta juga memakai busana endek bali seperti saat pertemuan Presidensi G-20 tahun 2022. Penggunaan tenun tradisional Bali ini, tidak saja menunjukkan identitas kekayaan dan keunikan budaya Bali, tetapi ternyata juga menumbuhkan perekonomian rakyat. Hal itu ditandai dengan semakin berkembangnya IKM dan UMKM yang memproduksi busana tradisional Bali, serta munculnya kesadaran kolektif masyarakat Bali untuk semakin mencintai dan bangga menggunakan produk lokal. ‘’Seperti yang kita saksikan bersama pada malam hari ini, lebih dari empat belas ribu perempuan yang tampil cantik, anggun, dan elegan dengan kebaya adat Bali, serta dengan penuh semangat menyambut kehadiran Ibu Negara,’’ tegas Gubernur Koster, yang sambutannya diakhiri dengan pantun ‘’Ombak di Bali berwarna biru, ada pelangi aneka warna. Parade berkebaya sangat seru, karena hadirnya Ibu Negara Iriana’’.

Kehadiran Ibu Negara, Iriana Jokowi, beserta rombongan ini, disambut dengan tari pendet yang dipersembahkan oleh Sanggar Seni Gita Lestari dan Sanggar Seni Kokar Bali. Pada akhir acara, Iriana Joko Widodo bersama Wury Ma’ruf Amin dihibur dengan tari oratorium berjudul ‘’Mirah Sekartini’’ yang dipersembahkan oleh siswa–siswi SMKN 3 Sukawati, Gianyar. Tarian ini menggambarkan kejayaan para wanita yang meraih prestasi d iberbagai profesi untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia.

Sebelumnya, serangkaian puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-51 Provinsi Bali yang bertema “Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh” ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, didampingi Kadis Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina, menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali ke Tim Penggerak PKK Karangasem sebagai juara I, Tim Penggerak PKK Jembrana sebagai juara II, Tim Penggerak PKK Buleleng sebagai juara III, serta menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba paduan suara yang diraih Tim Penggerak PKK Kota Denpasar sebagai juara I, Tim Penggerak PKK Klungkung sebagai juara II, dan Tim Pengerak PKK Gianyar sebagai juara III.

Baca juga :  Melalui Film ‘’Tanpa Ampun’’ , Golose Kirim Pesan ke Bandar Narkoba dan Preman di Bali

Kadis Sosial dan P3A Provinsi Bali Ni Luh Ayu Ariani juga menyerahkan penghargaan perempuan berjasa dan berprestasi seluruh Bali yakni  Putu Witari dari Jembrana yang berjasa di bidang sosial-budaya; Stevani Gresia Anggriana W. dari  Tabanan yang berprestasi di bidang lingkungan hidup;  Leri dari Badung yang berprestasi di bidang pertanian; Ni Gusti Putu Parmiti dari Gianyar yang berjasa di bidang pendidikan; Ni Ketut Siki dari Klungkung yang berjasa di bidang kesehatan; Ni Ketut Warni dari Bangli berjasa di bidang sosial-budaya; Ni Kadek Sukerti dari Karangasem yang berjasa di bidang lingkungan hidup; Ni Nyoman Mawi dari Buleleng yang berprestasi di bidang pertanian; dan Ni Gusti Ayu Putu Darmayanti dari Kota Denpasar yang berjasa di bidang pendidikan. (dwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini