Baktiseraga Efektifkan Vaksinasi Hewan Peliharaan

picsart 23 06 21 20 09 30 350
VAKSIN ANJING - Petugas saat melakukan vaksin terhadap anjing peliharaan warga.

Singaraja, DENPOST.id

Menyikapi bahaya rabies, Pemerintah Desa Baktiseraga memiliki strategi jitu yang efektif mencegah rabies mewabah pada populasi anjing di wilayahnya. Strategi tersebut, yakni memaksimalkan peran jejaring pemerintah desa dalam pelaksanaan vaksinasi rabies terhadap populasi anjing di wilayahnya, baik peliharaan maupun liar.

Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi rabies di wilayahnya bisa memakan waktu 5 hari atau lebih, informasi disampaikan ke masyarakat melalui kelian dusun dan ketua RT. Sedangkan terkait vaksinasi anjing liar, perangkat desa akan siaga menerima laporan dari masyarakat.

Baca juga :  Kejari Buleleng Fasilitasi Masyarakat untuk Konsultasi Hukum

Menurut Armada, peran serta masyarakat pemilik anjing sangat penting untuk pencegahan rabies, sehingga dapat ditangani bersama. Aturan terkait itu telah terfasilitasi oleh hadirnya peraturan desa atau perdes.

Komunikasi dengan perangkat daerah terkait, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan pun senantiasa dijalin. Setiap ada vaksinasi atau kegiatan lainnya terkait rabies, pihaknya selalu menjaga koordinasi antarperangkat desa untuk berkomunikasi ke masyarakat.

“Kesempatan itu kami gunakan sebaik mungkin, kami bekerjasama dengan baik dan mengantarkan ke target vaksinasi, kondisi masyarakat apabila ada kasus gigitan juga kami segera laporkan,” ungkapnya, Rabu (21/6/2023).

Baca juga :  Bapenda Denpasar Musnahkan Ribuan Arsip Dinamis In Aktif

Strategi tersebut membuahkan hasil, faktanya hingga kini angka kasus gigitan anjing terbilang sedikit di Desa Baktiseraga, yakni hanya 2 dalam sebulan terakhir. Hal tersebut karena anjing peliharaan masyarakat telah tervaksinasi seluruhnya. Sedangkan kasus kematian akibat rabies juga terhitung nihil.

“Kita tidak ada di Baktiseraga. Syukur dan semoga tidak akan ada itu, tetapi tetap ini kita harus waspada,” tutupnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini