
Gianyar, DENPOST.id
Gedong penyimpenan barong ket di Griya Bhujangga Waisnawa Banjar Sindu, Desa Sayan, Ubud, Gianyar, terbakar Selasa (4/7/2023) sekitar pukul 04.00 Wita.
Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Namun dugaan sementara karena api dupa setelah menghaturkan sesajen. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, pada Selasa pagi sekitar pukul 04.10 Wita, saksi I Wayan Warnata (60) datang dari Pasar Sayan dan melihat ada kobaran api di TKP. Selanjutnya saksi berlari pulang untuk membangunkan dan menyuruh anaknya, saksi I Nyoman Urip Santosa (46) untuk membunyikan kentongan (kulkul bulus). Setelah kulkul bulus dibunyikan, dua saksi tersebut yang bersamaan dengan warga menuju tempat kebarakan/TKP untuk melakukan pemadamam api secara bergoyong- royong dengan alat seadanya.
Saksi I Wayan Warnata lanjut menghubungi petugas pemadam kebakaran Pemkab Gianyar.
Kasat Pol PP Gianyar, I Made Watha, mengatakan, begitu menerima laporan adanya kebakaran pihaknya langsung menerjunkan 4 unit mobil kebakaran dengan 20 orang personel.
Sekitar pukul 06.15 Wita, api baru dapat dipadamkan.
Kapolsek Ubud, Kompol Made Uder, mengatakan, bangunan yang terbakar yakni
bangunan gedong penyimpenan barong ket, bangunan kemulan, bangunan pelik sari dan bangunan gedong rangda.
Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 700 juta.
Sesuai keterangan korban I Komamg Banuarta, (48) alamat Batuyang Batubulan, Sukawati, Gianyar, terjadinya kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh api dupa yang tidak dimatikan saat sembahyang pada Purnama, Senin (3/7/2023) malam.
Walaupun dari pihak korban menganggap kejadian tersebut adalah sebuah musibah, namun korban tetap akan melaporkan ke Mapolsek Ubud. Tujuannya untuk mendapatkan surat laporan yang nantinya bisa diajukan ke Pemkab Gianyar untuk mendapatkan bantuan. (116)