Gedung Sekolah Mulai Dibongkar, Siswa SDN Manduang Belajar di Balai Banjar

picsart 23 07 11 20 28 58 325
MPLS DI HALAMAN - Para siswa di SDN Manduang, saat mengikuti MPLS di halaman sekolah, Selasa (11/7/2023).

Semarapura, DENPOST.id

Ratusan siswa di SDN Manduang, Kecamatan Klungkung, untuk sementara waktu akan mengikuti proses belajar mengajar di balai banjar, desa setempat. Hal ini menyusul dibangunnya gedung baru dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar tahun 2023 ini.

Apalagi gedung lama yang dibangun sejak 1954 silam, sudah mulai dibongkar, Selasa (11/7/2023).

Kepala SDN Manduang, Ida Bagus Nyoman Tanaya mengatakan kalau selama proses pembangunan, siswanya akan memanfaatkan dua balai banjar di Desa Manduang untuk belajar. Hal inipun sudah dikoordinasi dengan aparat desa, sehingga SDN Manduang diberikan izin untuk memanfaatkan dua balai banjar, yakni Balai Banjar Jeroan untuk kelas 1, 2, 3 dan 4. Kemudian Balai Banjar Tengah untuk siswa kelas 5 dan 6.

“Melihat Balai Banjar Jeroan yang tidak terlalu besar, maka untuk pembelajaran di sana kami bagi jadi dua shif. Pagi sampai jam 10.00 Wita dimanfaatkan kelas 1 dan 2. Kemudian setelahnya barulah dipakai kelas 3 dan 4,” ungkap Tanaya.

Baca juga :  44 Orang Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar

Selain itu, karena kedua balai banjar tersebut tidak terlalu luas, maka selama tahap pembangunan gedung baru, para guru tetap akan berkantor di sekolah. Demikian juga dengan sarana dan prasarana, seperti bangku maupun meja tetap disimpan di sekolah. Sementara untuk alas belajar di balai banjar, para siswa diminta untuk membawa meja lipat dari rumah.

“Untuk bawa meja sendiri ini, kami sudah koordinasikan dengan orang tua siswa dan mereka setuju. Karena kami tidak mungkin bawa meja dan kursi ke banjar, tempatnya pasti tidak muat,” imbuhnya.

Baca juga :  Bupati Klungkung Doakan Gubernur Koster Kembali Pimpin Bali

Sementara itu, walau sekolah sedang dibongkar, siswa SDN Manduang yang berjumlah 119 orang tetap mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan MPLS digelar di halaman sekolah. Bahkan para siswa terlihat semangat mengikuti MPLS dengan didampingi para guru.

“MPLS tetap kami langsungkan. Kami punya 12 orang siswa kelas I baru tahun ini. Sementara MPLS kami gelar di halaman sekolah dulu. Walau terbatas, tapi anak-anak tetap antusias,” katanya.

Baca juga :  Diduga Depresi Adik Kandung Meninggal, Laba Pilih Gantung Diri

Lebih lanjut Tanaya mengatakan kalau proses pembangunan gedung sekolah dianggarkan Rp1,291 miliar, dengan masa pengerjaan selama 150 hari kalender. Gedung baru di SDN Manduang, rencananya dibangun berlantai II dengan ruangan tiga kelas di bawah dan tiga kelas di lantai II. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini