Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Dewa Nida Datangi KPU Klungkung

picsart 23 08 28 16 35 19 647
DATANGI KPU - Sejumlah kader Golkar mendatangi Kantor KPU Klungkung, Senin (28/8/2023).

Semarapura, DENPOST.id

Salah satu bakal calon legeslatif (bacaleg) dari partai Golkar Klungkung, Dewa Made Widiasa Nida mendatangi Kantor KPU Klungkung, Senin (28/8/2023). Didampingi pengurus DPP Golkar, Yuda Suparsana dan sejumlah kader Golkar Klungkung, kader senior Golkar ini mempertanyakan dirinya yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai bacaleg di daerah pemilihan Dawan.

Persoalan ini tentunya tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi sebagai bacaleg, namun juga partai Golkar karena bisa kehilangan suara dalam Pemilu 2014. Apalagi Dewa Nida yang juga sebagai pengurus DPP ini tidak mendapat informasi dari Liaison Officer (LO) partai Golkar maupun dari KPU Klungkung terkait dirinya yang sudah dinyatakan TMS dalam proses pencalegan.

“KPU mestinya kalau sudah ada kerjasama dengan LO harusnya disampaikan salahnya saya di mana? Padahal salah saya cuma melampirkan surat keterangan kesehatan 2019. Dan surat keterangan kesehatan yang terbaru sudah saya pegang. Kenapa KPU tidak sampaikan ke LO dan LO juga tidak ada koordinasi,” katanya.

Dengan adanya persoalan ini, Dewa Nida mengatakan akan mengikuti aturan atau mekanisme yang ada. Kalau ada kesalahan dari KPU, ia akan melaporkannya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Namun jika ada faktor kesengajaan dari LO atau pengurus DPD II Golkar, iapun akan melaporkannya ke DPD I Golkar Bali agar mendapatkan sanksi.

Baca juga :  Koalisi Tiga Parpol Siap Usung Paket Amertha

Terlebih sejak awal pencalonan, ia mencium ada upaya dari pengurus DPD II Golkar Klungkung untuk “menjegal” dirinya menjadi bacaleg. Apalagi dirinya bersama Wakil Ketua DPRD Klungkung, Tjokorda Gde Agung didaftarkan menjadi bacaleg setelah mendapat intervensi dari DPP Golkar. Namun dalam perjalanan, hanya dirinya yang tidak masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) karena TMS.

“Kalau memang saya TMS, saya legowo. Cuma saya kecewa, harusnya DPD I sudah ambil sikap kepada DPD II kalau memang ada upaya dan cara-cara rugikan partai,” katanya.

Baca juga :  Baliho Rakerda Dirobek, Pengurus DPC Gerindra Minta Kader Tak Terprovokasi

Selain itu, Dewa Nida juga menyesalkan sikap KPU Klungkung karena tidak menyampaikan secara personal kepada bacaleg yang TMS jika memang harus ada perbaikan. Padahal Dewa Nida mengaku sudah proaktif menghubungi salah satu komisioner KPU yang membidangi. Tapi juga tidak ada respon.

“LO ini adalah orang pengurus Golkar, malah bendahara. Tapi saya juga kecewa dengan KPU, walaupun ada LO kenapa tidak diinfokan secara personal. Padahal saya proaktif menelepon yang menangani,” ujarnya.

Baca juga :  Puluhan Kerabat Mantan Pejabat di Klungkung Diswab, Satu Orang Guru Reaktif Rapid Test

Sementara Ketua KPU Klungkung, Gusti Lanang Mega Saskara, tidak banyak berkomentar terkait pencalegan Dewa Nida yang dinyatakan TMS. Karena menurut Saskara, soal pencalegan pihak KPU hanya berhubungan dengan LO partai. Di samping itu, KPU juga dikatakan tidak berkewajiban menyampaikan secara personal jika ada bacaleg yang belum melengkapi persyaratan.

“KPU tidak wajib berikan info ke calonnya, tapi ke LO. Kekurangan Pak Dewa Nida sudah disampaikan ke LO. Dan dari awal LO sudah diwanti-wanti melalui bimtek dan lainnya agar menyampaikan ke calonnya jika persyaratannya kurang,” katanya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini