Tak Kunjung Berangkatkan PMI, Pemilik LPK Jadi Tersangka

picsart 23 08 31 19 55 09 198
Ilustrasi.

Bangli, DENPOST.id

Selain oknum perangkat desa di Batukaang, Kintamani, Satreskrim Polres Bangli saat ini juga telah menetapkan IWB (39), bos atau pemilik sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada di Banjar Cekeng, Desa Sulahan, Susut, Bangli. Diduga IWB melakukan penipuan dan penggelapan terhadap peserta didiknya yang dijanjikan diberangkatkan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Siberia.

Namun hingga kini yang bersangkutan tak kunjung diberangkatkan, padahal sudah membayar Rp50 juta sebagaimana permintaan dari tersangka sebelumnya.

Baca juga :   ‘’Borneopedia’’ Diluncurkan di Bali, Komunikasikan Kalimantan Lewat Aplikasi

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta mengatakan saat ini kasusnya sudah masuk tahap 1. Mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga penetapan tersangka. “Sementara menunggu hasil pemeriksaan/penelitian jaksa terhadap berkas perkara. Kalau sudah lengkap, perkara kami serahkan atau limpahkan ke kejaksaan (p21),” jelas Sarta, Kamis (31/8/2023).

Sama halnya dengan oknum perangkat desa, penetapan tersangka IWB juga tak disertai dengan penahanan. IWB disangkakan Pasal 10 UU No. 21/2007 atau Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP, tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau Penipuan atau Penggelapan.

Baca juga :  Lapuk, Pohon Bunut Tumbang

Kasus ini bermula pada, Jumat (16/7/2021) sekira pukul 08.00 Wita, korban IGS (24), asal Bebandem, Karangasem, bertemu ke dengan tersangka di rumahnya di Susut. Di mana saat itu, tersangka mengaku bisa memberangkatkan dan mempekerjakan orang ke luar negeri dengan cara membayar sebanyak Rp50 juta. Pembayaran bisa diangsur tiga kali dan harus sekolah atau mengikuti pendidikan pelatihan selama tiga bulan di LPK yang dikelola tersangka.

Baca juga :  Tiga Desa di Bangli Belum Tersentuh Vaksinasi Rabies

IGS dijanjikan bisa diberangkatkan, setelah pelatihan itu melalui agen PT. Bagus Bersaudara. “Korban akhirnya mengikuti pelatihan itu selama tiga bulan. Dan selesai pada Desember 2021,” sebut Sarta.

Pada, Senin (21/3/2022), korban mendatangi LPK untuk melakukan pembayaran Rp30 juta sebagai tanda jadi untuk diberangkatkan. Esoknya, korban datang lagi melunasi pembayaran Rp20 juta sisanya. Faktanya hingga berganti tahun kini pun IGS tak kunjung diberangkatkan oleh tersangka. Merasa ditipu, korban pun melapor ke Polres Bangli. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini