Penodong Senpi Ilegal di Nusa Penida Terancam Penjara Seumur Hidup

picsart 23 09 07 19 29 29 509
SENJATA API - Kapolres Klungkung, AKBP I Nengah Sadiarta, saat menunjukkan barang bukti senjata api ilegal, Kamis (7/9/2023).

Semarapura, DENPOST.id

Kapolres Klungkung, AKBP I Nengah Sadiarta, akhirnya membeber kasus kepemilikan senjata api ilegal yang dibawa Nyoman Budiana (42) alias Sengel, warga asal Desa Ped, Nusa Penida, yang melakukan pengancaman, Kamis (7/9/2023). Bahkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Sengel diancam penjara seumur hidup karena menyimpan senjata api lengkap dengan peluru yang masih aktif.

“Barang bukti senjata api yang diamankan jenis pistol, tiga buah peluru aktif dan satu tas selempang yang digunakan saat melakukan pengancaman terhadap korban,” ungkap Kapolres AKBP Sadiarta, didampingi Kasat Reskrim, AKP Anak Agung Made Suantara; Kanit I Reskrim, Ipda Yosep Christopel Pasaribu, serta Kasi Humas, Iptu Agus Widiono.

Baca juga :  Simulasi Pengamanan Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Warga Saling Dorong dan Bakar Ban

Menurut Kapolres Sadiarta, senjata api ilegal tersebut sempat dikeluarkan pelaku untuk melakukan pengancaman.
Terlebih dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik, senjata api ilegal yang dipakai untuk mengancam Ketut Sugiarta (48) alias Sugik di Dusun Baledan, Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (21/7/2023), ternyata berisikan proyektil aktif.

“Senjata api ini bisa melontarkan proyektil. Jadi, bisa membahayakan orang yang terkena ini,” ujarnya.

Pelaku juga beralasan menyimpan senjata api tersebut, untuk jaga diri. Pelaku mengaku membeli senjata api ilegal dari seseorang bernama Adi di Lampung, seharga Rp5 juta. Lalu senjata api itu, dikirim dari Lampung menuju Bali, dengan bus. Sedangkan pelaku mengaku mengenal penjual senpi tersebut dari Facebook dan langsung memesannya.

Baca juga :  Dermaga Terapung Terdampar di Pinggir Pantai Gegerkan Warga Sawangan

“Keterangan dari tersangka katanya untuk jaga diri, tapi kan tidak boleh masyarakat memiliki senjata api ilegal,” ujar Kapolres Sadiarta.

Ketika disinggung apakah kasus senjata api ini terkait dengan ormas tertentu di Bali, Kapolres Nengah Sadiarta tidak melihat adanya indikasi ke arah tersebut. Hanya antar personal saja. Namun dengan adanya kasus tersebut, Kapolres Sadiarta mengatakan tersangka bakal dijerat dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata tajam, senjata api dan bahan peledak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Ayat (1) Juncto 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman 20 tahun atau seumur hidup. (119)

Baca juga :  Tenaga Penyuluh Pertanian di Bangli Masih Minim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini