Tak Ingin Ada Penyertaan Modal di PDAM, Dana Tarik Deposito

picsart 23 10 05 16 06 16 075
Bupati Karangasem, I Gede Dana

Amlapura, DENPOST.id

Bupati Karangasem, I Gede Dana, secara tegas menolak penyertaan modal di PDAM atau Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem. Bahkan, Gede Dana meminta Perumda menarik deposito yang disimpan selama ini di bank untuk menambah jaringan baru guna memaksimalkan pelayanan air bersih agar lebih maksimal kepada para pelanggan.

Gede Dana mengungkapkan, pihaknya sangat setuju dengan semua fraksi di DPRD Karangasem bahwa tidak ada lagi penyertaan modal di PDAM Karangasem. Karena pihaknya dari dulu juga tidak sepakat dan setuju ada penyertaan modal ini. Sebab, dari dulu berapa dapat pendapatan, PDAM selalu menyertakan modal tersebut. “Karena setelah rancangan dikirim boleh tidak ada Perdanya, boleh tidak menyertakan modal itu. Maka dari itu, penyertaan modal di PDAM ke depannya tidak dilakukan lagi,” ucapnya usai rapat di Kantor DPRD Karangasem, Kamis (5/10/2023).

Menurut Gede Dana, deposito yang selama ini disimpan atau ditabung di bank, supaya sebagian bisa ditarik. Karena sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Karangasem dan belum dijabat oleh direktur yang saat ini, penyertaan modal itu sudah didepositokan di bank. Nantinya uang tersebut bisa dipergunakan untuk menambah jaringan baru agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa lebih maksimal.

“Dana deposito yang ada saat ini sekitar Rp 16 miliar dan sebagian dana atau berapa yang dibutuhkan nantinya sesuai keperluan bisa ditarik untuk penambahan jaringan baru itu. Saat ini kita tengah merancang untuk penarikan deposito tersebut. Untuk menarik deposito ini tidak bisa cepat, karena butuh perencanaan lebih dulu,” katanya.

Tak hanya untuk menambah jaringan baru, jelas Gede Dana, nantinya uang tersebut juga bisa dipergunakan untuk memperbaiki termasuk mengganti jaringan-jaringan yang sudah tua. Karena selama ini hal itu yang membuat tingkat kebocoran air yang terjadi cukup tinggi.

“Kita ingin penyaluran air ke Seraya, Manggis, dan Kubu lebih maksimal ke depannya. Bahkan, kita juga ingin memaksimalkan air Telaga Waja ke wilayah Kubu. Karena saat ini baru sekitar 13 persen digunakan. Air Telaga Waja ini sudah mengalir sampai ke wilayah Tianyar Barat dan Dukuh. Bahkan, rencananya akan dibangun reservoar di Padangbai, Manggis agar air Telaga Waja bisa mengalir kesana,” pungkasnya. (a/tim dp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini