Hendak Lerai Konflik, Bendesa Adat Mongan dan Istrinya Ditusuk ODGJ

picsart 23 10 06 20 10 52 534
DIRAWAT - Bendesa Adat Mongan, Ketut Suka Arnata bersama istri Made Ayu Nariasih, yang harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Tabanan, usai mengalami luka tusuk yang dilakukan warga desa adat setempat yang diduga ODGJ.

Tabanan, DENPOST.id

Bendesa Adat Mongan, Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Ketut Suka Arnata (58) bersama istri Made Ayu Nariasih (50), harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Tabanan, usai mengalami luka tusuk pada, 2 Oktober 2023, malam. Pelakunya, yakni warga desa adat setempat yang diduga tengah mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula ketika masyarakat melaporkan terjadinya selisih paham antara warga malam itu. Mendapatkan informasi itu, Ketut Suka Arnata berusaha untuk menengahi situasi tersebut, dan datang ke rumah warga yang terlibat dalam konflik tersebut, bersama dengan Made Ayu Nariasih.

Namun sayangnya, saat hendak menengahi selisih paham tersebut, Ketut Suka Arnata dan Made Ayu Nariasih justru diserang oleh IPS, seorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Penyerangan ini mengakibatkan luka serius pada kedua korban dan selanjutnya dibawa ke RS Tabanan.

Pihak RSUD Tabanan melalui Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu, dr. I Gusti Ngurah Bagus Juniada, saat dikonfirmasi, Jumat (6/10/2023), membenarkan jika ada dua pasien pasangan suami istri beralamat dari Mongan, Desa Penatahan, Penebel, dibawa ke IGD RSUD Tabanan pada, 2 Oktober sekitar pukul 19.50 Wita.

Saat datang keduanya dalam kondisi luka, di mana untuk pasien laki-laki yang diketahui Ketut Suka Arnata ini mengalami luka di bagian area dada kiri dan ketiak. Sedangkan pasien perempuan (istri dari Arnata) luka di bagian perut.

“Keduanya kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas, mengingat luka yang dialami dikhawatirkan terjadi pendarahan dan infeksi, dan malam itu juga dilakukan tindakan operasi,” terangnya.

Namun kini kondisi keduanya sudah mulai membaik, tetapi masih harus dilakukan observasi dan bahkan sang istri yang sebelumnya dirawat di ICU juga sudah mulai menampakkan hasil yang baik. “Keduanya kondisinya sudah membaik dan masih harus dilakukan observasi,” terangnya.

Tak hanya dua pasien, lanjut dr.Juniada, pada tanggal kejadian itu, IGD juga menerima satu orang pasien (pelaku) yang diantar pihak kepolisian pada pukul 20.00 Wita, dan setelah dilakukan pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter, pasien ini selanjutnya dirujuk ke RS Jiwa Bangli pada keesokan harinya atau pada, Selasa (3/10/2023) pukul 08.00 Wita.

Terpisah, pihak kepolisian dari Polsek Penebel membenarkan adanya kasus penusukan yang terjadi di wilayah Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, dan saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Di mana, untuk kedua korban pascakejadian sudah dibawa ke RSUD Tabanan, dan pelaku sudah dirujuk ke RS Jiwa Bangli. (tim dp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini