Pameran Foto Internasional di ISI Denpasar, Sertakan Fotografer Andal

selasa kun
SAKSIKAN FOTO - Kadisbud Bali Prof.Dr.I Gede Arya Sugiartha didampingi Rektor ISI Denpasar Prof.Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., menyaksikan foto karya fotografer Korea saat pembukaan pameran foto internasional bertajuk ‘’Bali Bhuwana Rupa’’ di Nata-Citta Space (N-CAS) Kampus Institut Seni Indonesia (ISI), Denpasar. (DenPost.id/doflank)

Abiankapas, DenPost.id

Pameran foto internasional bertajuk ‘’Bali Bhuwana Rupa’’ atau Global Bali Photography Exhibition kini berlangsung di Nata-Citta Space (N-CAS) Kampus Institut Seni Indonesia (ISI), Denpasar. Pameran ini diikuti 30 fotografer andal dari Indonesia, Korea Selatan (Korea), Belanda, dan Francis. Pameran yang berlangsung hingga Minggu (22/10/2023) ini menyertakan 62 karya foto.

Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud Bali) Prof.Dr.I Gede Arya Sugiartha membuka pameran ini pada Sabtu (14/10/2023), yang disertai dengan penyerahan penghargaan oleh World Peace Artist Korea, Prof.Koh Young Hun, kepada kurator Warih Wisatsana dan Rektor ISI Denpasar Prof.Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn.,

Dalam kesempatan itu, Prof.Arya Sugiartha mengungkapkan bahwa pameran foto internasional ini merupakan ciri khas ISI Denpasar yang selalu membuka diri terhadap dunia luar. Lewat kolaborasi semacam ini, para mahasiswa ISI dapat banyak belajar dari dosen mereka maupun fotografer luar negeri.

Dia juga mengaku bahwa karya foto yang dipamerkan itu sangat bagus berkat teknologi kamera yang kian canggih dan teknik foto yang terus meningkat. Arya Sugiartha berharap kerjasama ini terus berlanjut, termasuk dengan negara-negara lain, karena Rektor ISI sudah punya hubungan baik dengan universitas di luar negeri.

Rektor ISI Denpasar Prof.Dr. I Wayan Adnyana mengungkapkan ISI sebagai lembaga pendidikan tinggi di Indonesia membuktikan kepada publik bahwa mampu menjadi centre hub kreativitas seni-budaya tingkat global. Sedangkan pameran ini mampu menguji memori masyarakat mengenai berbagai sudut kota, keindahan alam maupun aktivitas manusia. Pihaknya memberi ruang kepada para fotografer untuk berimajinasi lebih luas dengan tawaran-tawaran spirit yang lebih menyentuh.

Hal yang menarik, tambah pria yang akrab disapa Kun Adnyana ini, bahwa para fotografer Korea menyajikan foto yang diambil dari drone, sehingga memberi kesan tersendiri bagi penikmat fotografi. Begitu juga teknologi cetak foto yang mereka terapkan sangat modern dan canggih sehingga menghasilkan karya luar biasa. Dengan hadirnya fotografer dari Korea, Belanda dan Francis, serta Indonesia, maka akan semakin menyeramakkan dunia foto di Tanah Air. ‘’Fotografi memang semakin maju dan sebagai praktek keilmuan dan mendukung ilmu-ilmu yang lain,’’ tegas Kun.

Fotografer senior Bali yang juga peserta pameran, IB Putra Adnyana, mengungkapkan bahwa karya-karya yang ditampilkan dalam even ini sangat bagus dan beragam. Pun termasuk teknologi cetak yang diterapkan fotografer dari Korea sangat canggih, dan menggunakan kertas tradisional Korea yang mirip rice paper (semacam kertas padi) dari Tiongkok. ‘’Ini kombinasi luar biasa antara fotografi dengan teknologi printing dengan menggunakan kertas tradisional Korea sehingga hasilnya luar biasa,’’ tandas Putra Adnyana. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini