Kemarau Panjang, Petani Alpukat Dibayangi Gagal Panen

alpukat
ALPUKAT - Musim kemarau yang berkepanjangan dikhawatirkan membuat petani alpukat gagal panen.

Bangli, DENPOST.id

Petani alpukat di kawasan Kintamani, Bangli mengaku resah. Sebab kondisi musim kemarau yang berkepanjangan dikhawatirkan terjadi gagal panen.
Mengingat tanaman mereka saat ini banyak layu. I Komang Carles, salah seorang petani alpukat di bilangan Desa Batur Kintamani, menyebutkan dampak dari musim kamarau yang panjang ini membuat sejumlah tanaman alpukatnya yang telah mulai siap produksi miliknya kini banyak yang layu.

Kata dia, lahan alpukatnya berada di Kaldera Gunung Batur. Hal ini diakui memang sangat rawan dengan dampak cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Pasalnya, kondisi tanah yang berpasir sangat boros dengan air. “Upaya penyiraman telah kita lakukan namun tidak mempan. Kita pasrah, menunggu turunnya hujan,” beber pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Bangli itu.

Disinggung terkait tanaman alpukat, kata dia, sejatinya sangat menjanjikan di pasaran. Namun sayang, saat ini dia harus berhadapan dengan alam yang kurang bersahabat, yang mana musim panas begitu panjang sehingga banyak buah alpukat gugur. “Kalau sampai bulan November belum ada tanda-tanda bakal turun hujan, dipastikan kita akan gagal panen,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan petani lainya. Dampak cuaca panas ini, membuat tanaman layu. Tidak saja tanaman alpukat, tanaman lainnya juga dibuat meranggas. “Kita hanya berharap hujan segera turun, sehingga tanaman kami terselamatkan,” sambung petani lainnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini