Musisi dan DJ Ternama Bakal Guncang GWK

gwk
GWK - Penyelenggara GWK Bali Countdown 2024, Sound of Soulz saat memaparkan rencana yang akan menampilkan pesta kembang api terbesar di Bali.

Ungasan, DENPOST.id

Sejumlah musisi nasional dan DJ terkenal akan tampil di GWK di pengujung tahun ini. Mereka di antaranya Dewa 19, Gigi dan Isyana Saraswati. Sedangkan dalam DJ Festival menghadirkan DJ Joana, LTN & Marquee dan DJ mancanegara yaitu DJ Christina Noveli, DJ Super 8 & Tab dan DJ Max Laxton.

Dalam event “GWK Bali Countdown 2024” ini juga akan digelar pesta kembang api terbesar yang pernah ada. Hal diungkapkan Direktur Operasional GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, saat konfereensi pers acara tersebut, Rabu (1/11/2023).
Lewat telekonferensi, personel Gigi menyatakan kesiapannya untuk menunjukkan performance terbaiknya di ajang bertajuk “Sound of Soulz” ini.

Stefanus memaparkan, malam pergantian tahun baru terbesar di Bali ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
“Dengan konsep #BukanSekedarKonser, GWK telah berkolaborasi dengan Emperor Production di bawah pimpinan Erwan Tobing. Kami juga menggandeng Clubhoppers Networks, sebuah platform hybrid mutakhir untuk musik dansa elektronik, budaya, dan teknologi,” terangnya.

Tema Sound of Soulz yang berarti Suara Jiwa Generasi Milenial dan Gen Z ini akan berlangsung selama tiga hari. Dari Jumat 29 Desember 2023 sampai dengan Minggu 31 Desember 2023.
Event ini, kata dia, berbeda dengan event sebelumnya, di mana konsep acara kali ini menawarkan lima elemen guna menyajikan pengalaman yang tak terlupakan.
Meliputi music festival, DJ Festival, dance show, magical nigth market dan spectacular firework.

Stefanus menambahkan, Sound of Soulz akan menjadi panggung bagi generasi milenial dan Gen Z untuk merayakan suara jiwa mereka dengan bintang-bintang musik, DJ terkenal, pertunjukan visual yang memukau dan pertunjukan kembang api yang megah.

Dalam konferensis pers tersebut juga disampaikan evaluasi penyelenggaraan event sejenis sebelumnya di mana tersorotnya polusi asap dan keberadaan tong sampah yang minim.
Untuk antisipasi ke depan agar hal serupa tak terulang, kata CEO Emperor Production, Erwan Tobing, akan disiasati dengan melakukan penyebaran titik peluncuran dan tidak terkonsentrasi di satu titik.
Sementara tentang tong sampah yang minim sudah menjadi atensi panitia dengan akan menambah dari segi jumlah dan penempatannya agar mudah dilihat penonton. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini