Beraksi Belasan Kali di Kuta, Komplotan Jambret Ditembak

jembret
DITEMBAK- Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas didampingi Kapolsek Kuta Kompol Yogie Pramagita dan jajaran memperlihatkan tersangka penjambret, I Nengah Somi dan I Nengah Manis, yang terduduk lesu akibat kaki mereka ditembak polisi pascaberaksi di Kuta. (DenPost.id/wiadnyana)

Kuta, DenPost.id

Komplotan penjambret yang selama ini menyasar wisatawan mancanegara (wisman) di Kuta, Badung, dibekuk polisi. Mereka adalah I Nengah Somi (20) dan I Nengah Manis (23). Gara-gara mencoba kabur saat ditangkap, kaki dua tersangka terpaksa ditembak polisi.

Kedua pemuda asal Desa Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem, itu mengaku telah beraksi 11 kali di wilayah Kuta. “Salah satu dari tersangka (I Nengah Manis) adalah residivis dalam kasus yang sama. Dia keluar beberapa bulan lalu dari LP Kerobokan,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas didampingi Kapolsek Kuta Kompol Yogie Pramagita, Rabu (15/11/2023).

Menurut Bambang, selama November 2023, tersangka I Nengah Manis dua kali menjambret turis asing di Kuta. Pertama pada Kamis (2/11/2023) malam di Jalan Kartika Plaza atau depan Restoran Kabak Grill, Kuta, Badung. Berikutnya di Jalan Buni Sari, Kuta, pada Sabtu (23/10/2023) sekitar pukul 23.00.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan turis pertama yang dijambret kedua tersangka berasal dari India yaitu Suresh Batra. Awalnya korban dan delapan temannya baru saja usai makan di Kebak Grill. Saat melangkah menuju taksi yang dipesan, tiba-tiba dua orang yang mengendarai Honda PCX hitam menjambret kalung milik Suresh. Akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian Rp45 juta.

Sedangkan turis kedua yakni Koki Katagiri asal Jepang. Kedua tersangka merampas tas selempang milik korban. Saat kejadian, korban berjalan kaki di Jalan Buni Sari, Kuta, sekitar pukul 23.00. Akibat kejadian itu, korban kehilangan tas yang berisi dompet hitam, credit card, iPhone 13 hitam, dan uang Rp1,6 juta. “Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp16 juta,” tegas Bambang.

Berdasarkan laporan kedua kasus jambret itu, Unit Reskrim Polsek Kuta mendatangi TKP. Setelah memeriksa saksi-saksi dan mengecek rekaman CCTV, polisi berhasil membekuk kedua tersangka saat melintas di Jalan Raya Seminyak, Kuta, pada Senin (13/11/2023) lalu sekitar pukul 23.00. “Kedua tersangka mencoba kabur saat ditangkap. Anggota kami terpaksa memberikan tindakan tegas dengan menembak kedua kaki tersangka,” ungkap Bambang.

Setelah diinterogasi, kedua tersangka yang kos di Jalan Gunung Agung, Denbar, itu mengaku telah beraksi 11 kali di wilayah Kuta sejak beberapa bulanu. Mereka yang disasar khusus turis asing. “Tersangka tidak memiliki pekerjaan. Menjambret merupakan satu-satunya penghasilan tersangka untuk mendapatkan uang,” tandas Bambang.(yan)